DPPKB Kabupaten Muaro Jambi Redam Ledakan Penduduk

  • Whatsapp

MUARO JAMBI – Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Muaro Jambi khususnya, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Muaro Jambi senantiasa melaksanakan program-program seperti ; pembinaan keluarga berencana(KB), Konseling KB, kesehatan reproduksi remaja, pendataan keluarga dan lainnya.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Muaro Jambi melalui Sekretaris Dinas, Yakup Ashari,S.Pd ketika diminta keterangannya di ruang kerjanya mengatakan, ” program Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mencakup banyak hal yakni pembinaan KB, Konseling KB, Kesehatan reproduksi remaja, pendataan keluarga dan lainnya,” katanya. Kamis (17/9/2020).

lanjutnya, program-program tersebut banyak menekankan kesejahteraan keluarga seperti mencegah pernikahan usia dini, menjaga jarak kehamilan, dan memiliki keluarga ideal yakni 1 ayah,1 ibu dan 2 orang anak cukup.

“Ada juga yang kita namakan pasangan usia subur (PUS), dalam hal itu, pasangan usia subur harus memiliki ilmu pengetahuan tentang KB dan dapat ikut serta dalam KB tanpa merasa terganggu,” ujarnya.

Selain itu sambungnya, Ada Bangga Kencana atau dengan kata lain pembangunan keluarga dan keluarga berencana dan juga ada kampung KB.

“Kampung KB di sini yang dimaksud adalah kampung keluarga berkualitas,” ungkapnya.

Untuk saat ini,jelasnya, setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Muaro Jambi sudah ada kampung KB, diantaranya Kecamatan Kumpeh Ulu yakni Desa Kota Karang, Kecamatan Sekernan yakni di Desa Tantan, Kecamatan Sungai Gelang yakni di Desa Parit dan Kecamatan Bahar Selatan yakni di Desa Tanjung Lebar.

“Disamping itu, juga ada data sistem informasi keluarga (Siga) yang bertujuan mengetahui mulai dari informasi kehamilan sampai dengan lanjut usia (lansia),” imbuhnya.

Tentunya, DPPKB tidak bekerja sendirian. Namun DPPKB bekerjasama dengan bidan desa, polindes, puskesmas pembantu, puskesmas dan Dinas Kesehatan.

“Untuk alat akomodasi seperti pil, kondom, IUD dan suntik disediakan oleh DPPKB,”.terangnya.

Dikatakan lebih lanjut, terkait peralatan yang paling mudah digunakan oleh pasangan keluarga berencana selama ini adalah suntik dan pil.

“Kedepannya, kita berharap keluarga sejahtera dengan cukup 2 anak akan tercapai dan menjadi idaman keluarga sehingga pengendalian penduduk dapat teratasi dan tingkat kesejahteraan keluarga pun meningkat,” tutupnya.

Reporter : Harvery
Editor : Firman

Pos terkait

Tinggalkan Balasan