Sesungguhnya dalam ibadah kurban yang mulia ini mempunyai keutamaan dan balasan yang besar bagi orang-orang yang dapat menjalankan ketaatan tersebut. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ؟ قَالَ: «سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ» قَالُوا: فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «بِكُلِّ شَعَرَةٍ، حَسَنَةٌ» قَالُوا: ” فَالصُّوفُ؟ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: «بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنَ الصُّوفِ، حَسَنَةٌ
“Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah maksud dari hewan-hewan kurban seperti ini?” beliau bersabda: “Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Ibrahim.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan kami dapatkan dengannya?” beliau menjawab: “Setiap rambut terdapat kebaikan.” Mereka berkata: “Bagaimana dengan bulu-bulunya wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat suatu kebaikan.” (HR. Ibnu Majjah)
Menurut Ust Sadam, Imam Asy-Syaukani dalam kitab Nailul Authar menjelaskan bahwa setiap sehelai bulu atau rambut hewan kurban tersebut akan menjadi pahala bagi orang yang berkurban. (Nailul Authar, Asy-Syaukani, 5/130)
Ma’asirol Muslimin Arsyadani Wa Arsyadakumullah
Sesungguhnya di dalam pensyariatan ibadah kurban ini terkandung beberapa rahasia keutamaan dan hikmah di dalamnya. Oleh sebab itu para ulama menyingkap rahasia dari pensyariatan kurban tersebut.
Adapun beberapa rahasia dan hikmah tersebut adalah sebagai berikut:
Pertama, Berkurban Adalah Bentuk Implementasi Syukur Kepada Allah Ta’ala
Diantara rahasia berkurban adalah sebagai bentuk mengaplikasikan rasa syukur atas nikmat-nikmat Allah yang telah dianugerahkan Allah kepada para hamba Nya. Mulai dari nikmat hidup, sehat serta kenikmatan lainnya yang tidak terhitung jumlahnya.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ
“Maka laksanakanlah Shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar:2)
Abu Ja’far Ath-Thabari menjelaskan bahwa jadikanlah seluruh shalatmu (Muhammad) dan kurban sembelihan semua itu ikhlas hanya untuk Rabbmu, sebagai bentuk syukur atas kemuliaan dan kebaikan yang Allah berikan kepadamu. (Jâmi’ Al-Bayân, Ath-Thabari, 24/655)
Maka hendaknya kaum muslimin bisa menghayati ibadah kurban tersebut, mereka mempersembahkan hewan terbaik dalam rangka menjalankan ketaatan dengan penuh keikhlasan serta mengharap pahala di sisi-Nya.












