Warga Desa Pengadah Masih Menunggu Janji Pemerataan Sinyal Internet dari Bupati Natuna

NATUNA, Beritategas.com – Janji pemerataan jaringan internet di 80 titik wilayah Kabupaten Natuna yang pernah disampaikan saat masa kampanye Bupati Natuna hingga kini dinilai masih sebatas janji bagi sebagian masyarakat. Salah satu wilayah yang merasakan lemahnya akses jaringan tersebut adalah Desa Pengadah, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna.

Pantauan media pada Kamis (14/5/2026), berbagai keluhan disampaikan warga terkait sulitnya mendapatkan jaringan internet di desa tersebut. Bahkan, dalam kondisi tertentu jaringan disebut sering mati total sehingga mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pelajar dan pengguna layanan komunikasi digital.

Bacaan Lainnya

Salah satu tokoh masyarakat Desa Pengadah menyampaikan bahwa jaringan operator seluler masih sangat terbatas dan belum bisa dinikmati secara merata oleh warga.

“Kalau jaringan Indosat memang ada, tapi hanya sekitar satu kilometer dari tower yang bisa dipakai, selebihnya tidak ada sinyal. Kalau Telkomsel kadang harus keluar sampai ke pantai baru bisa dapat jaringan,” ujarnya. Kamis (14/5/2026).

Ia juga mengungkapkan kondisi yang cukup memprihatinkan saat sore hari, di mana banyak anak-anak berkumpul di kantor desa hanya untuk mengakses internet WiFi milik desa demi keperluan sekolah maupun komunikasi.

“Yang menyedihkan, kalau sore anak-anak ramai berkumpul di kantor desa hanya untuk mencari akses internet WiFi,” tambahnya.

Kondisi ini memunculkan kritik dari masyarakat terhadap pemerintah daerah, khususnya terkait realisasi janji kampanye yang hingga kini belum dirasakan secara nyata oleh warga desa terpencil.

Menurut sejumlah warga, janji pemerataan jaringan internet seharusnya tidak berhenti pada penyampaian visi saat kampanye, melainkan diwujudkan melalui langkah konkret dan terukur.

Masyarakat menilai persoalan jaringan internet bukan hal sepele, sebab saat ini akses komunikasi dan internet sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, terutama untuk pendidikan anak-anak, pelayanan administrasi, hingga aktivitas ekonomi warga.

“Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan pendengar manis saat kampanye, tetapi setelah pemilihan usai, kebutuhan dasar warga justru terabaikan,” ungkap salah seorang warga.

Warga berharap Bupati Natuna segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan blank spot di desa-desa terpencil agar masyarakat tidak terus tertinggal dalam akses informasi dan perkembangan teknologi.

Masyarakat juga berharap pemerintah daerah lebih terbuka menyampaikan progres program pemerataan jaringan internet yang pernah dijanjikan, sehingga publik tidak menilai program tersebut hanya sebatas narasi politik tanpa realisasi nyata di lapangan.

Pewarta : Baharullazi
Editor : Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses