Dalam konteks kehidupan modern yang penuh tantangan, peran keluarga sebagai mitra dalam kebaikan menjadi semakin penting. Dengan menjadikan keluarga sebagai pusat kegiatan positif—baik dalam ibadah, sosial, maupun kepedulian terhadap sesama—diharapkan nilai-nilai kebaikan dapat tumbuh kuat dan berkelanjutan.
Melalui tema ini, diharapkan setiap keluarga mampu memperkuat kebersamaan dalam beramal shalih, sehingga tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota keluarga itu sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Ma’asyirol muslimin rahimaniallahu wa iyyakum
Amal shalih dalam rumah tangga dapat dimulai dari semangat untuk menjauhkan keluarga dari terjerumus kepada siksa yang paling pedih. Di saat yang sama Allah memerintahkan agar seorang hamba menjaga diri dan keluarganya dari siksa api yang berbahan bakar manusia dan batu. Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim:6)
Dalam tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof Dr. wahbah az-Zuhaili, menjelaskan bahwa ini merupakan perintah bagi orang beriman agar mereka menjauhkan diri sekaligus keluarga mereka dari neraka dengan meninggalkan kemaksiatan dan melaksanakan ketaatan.
Ma’asyirol muslimin rahimaniallahu wa iyyakum
Menurut ust Sadam, bahwa tidak cukup hanya berhenti sampai pada diri sendiri, melainkan penjagaan diri dari api neraka juga meliputi keluarga yang menjadi organisasi terkecil yang kita punya.
Ma’asyirol muslimin rahimaniallahu wa iyyakum
1) .Pasangan sebagai Partner Kebaikan
Yang diharapkan dari pertemuan kita dengan pasangan kita yaitu tidak hanya sekadar tinggal bersama, bekerja, berketurunan, hingga salah satu dari kita saling meninggalkan (baik karena alasan kematian atau alasan lainnya). Yang diharapkan dari kebersamaan dengan keluarga, lebih khusus pasangan, adalah bagaimana agar bersamanya menjadikan kita kian taat kepada Allah, sehingga kebersamaan itu tidak hanya di dunia melainkan lanjut bersama hingga ke dalam surga.
Salah satu potret keluarga yang memiliki misi hidup bersama hingga ke dalam surga adalah keluarga sahabat Abu Thalhah dan istrinya Ummu Sulaim. Pasangan sahabat ini tahu bagaimana membuat Allah ridha kepada keluarga mereka.
Suatu waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kedatangan tamu. Beliau menawarkan kepada para sahabat untuk bersedia menjamunya, tanpa pikir lama Abu Thalhah langsung menyambutnya.
Maka dibawa tamu Rasulullah itu ke rumahnya. Di sini kita akan melihat bagaimana pasangan sahabat nabi itu bekerja sama dengan sangat baik dalam beramal shalih.














