Awal dari Sebuah Perbaikan

JAMBI, Beritategas.com – kembali menghadirkan kajian Islam yang inspiratif bersama Ust. Sadam Husen, S.Sy dengan tema “Awal dari Sebuah Perbaikan”. Tema ini mengajak kita semua untuk merenungkan bahwa setiap perubahan besar dalam hidup selalu dimulai dari langkah kecil dan niat yang tulus untuk menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah subhana wata’ala (SWT).

Dalam perjalanan kehidupan, tidak ada manusia yang luput dari kesalahan dan kekurangan. Namun, Islam mengajarkan bahwa pintu perbaikan dan taubat senantiasa terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali mendekat kepada-Nya.

Bacaan Lainnya

Perbaikan diri bukan sekadar meninggalkan keburukan, tetapi juga upaya terus-menerus untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan ibadah, serta mempererat hubungan dengan sesama.

Melalui kajian bersama ust. Sadam Husen di Jumat (03/07/2026) bertepatan dengan 17 Muharram 1448, diharapkan dapat tumbuh kesadaran bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai perubahan.

Jadikan hari ini sebagai awal dari sebuah perbaikan, karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang terus berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, ust. Sadam mengajak mari kita sama sama meningkatkan kualitas iman dan amal Soleh kita semua, sebagai bukti ketundukan dan keta’atan kita kepada Allah subhana wata’ala dengan rendah hati dan tidak pernah lagi memandang rendah kepada siapapun.

Solawat dan salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad shalallahu alaihiwas salam, semoga di hari akhir nanti kita semua diberikan syafa’at oleh beliau Aamiin Allahhumma Aamiin.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Apa yang sudah kita persiapkan ditahun baru ini-Muharam untuk menutupi kekurangan kekurangan kita pada tahun tahun sebelumnya, ataukah kita sudah punya niatan agar mulai tahun ini, lebih berhati hati lagi setiap berbuat sesuatu atau membicarakan sesuatu jangan sampai ada orang lain yang sakit hati ataupun tersinggung, sehingga melahirkan kebencian dan permusuhan yang bisa menghalangi do’a-do’a kita untuk diterima Allah.

Dalam sebuah hadits dikatakan:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ ، وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ ، إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ : إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الآخِرَةِ ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا قَالُوا : إِذًا نُكْثِرُ ، قَالَ : اللَّهُ أَكْثَرُ

banner 300x250
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses