JAMBI, Beritategas.com – Dikesempatan yang berbahagia ini, Jumat (7/8/2026), kita kembali ditemani ust Sadam Husen dengan pokok kajian Indahnya Memaafkan.
Ust Sadam mengajak mari bersama-sama kita untuk terus memanjatkan puji dan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala limpahan nikmat, rahmat dan hidayah-Nya. Shalawat dan salam tercurahkan kepada teladan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kepada Shahabat, tabi’in, tabiut tabi’in dan kepada segenap kaum muslimin yang meniti ajaran beliau.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Di antara kisah yang paling baik dalam al-Quran adalah kisah Nabi Yusuf. Salah satu hikmah yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Yusuf adalah kelapangan dada beliau untuk memaafkan.
Lihatlah bagaimana Nabi Yusuf ‘alaihissalam dipisahkan oleh saudara-saudaranya dengan ayahnya yang menurut Imam Ibnu Katsir rahimahullah ada yang mengatakan 20 tahun, 23 tahun bahkan 40 tahun, sementara dia masih kecil.
Saudara-saudaranya membuang Nabi Yusuf ‘alaihissalam ke dalam sumur, lalu dijual menjadi seorang budak dan seterusnya.
Sebuah hal yang sangat menyakitkan hati dan trauma di hati seseorang. Sampai akhirnya Nabi Yusuf ‘alaihissalam dengan nikmat Allah menjadi seorang menteri yang terkenal di negeri Mesir.
Kala itu paceklik terjadi hingga saudara-saudaranya datang menemui Nabi Yusuf untuk meminta bantuan. Saudara-saudaranya mengatakan:
تَاللَّهِ لَقَدْ آثَرَكَ اللَّهُ عَلَيْنَا وَإِنْ كُنَّا لَخَاطِئِينَ
“Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa).” (QS. Yusuf: 91).
Namun Nabi Yusuf sama sekali tidak marah kepada saudara-saudaranya, bahkan dia mengatakan:
لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ
“Tidak ada celaan bagi kalian wahai saudara-saudaraku, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kalian.”














