Piala Dunia Sesaat, Panggilan Allah Sepanjang Zaman

Ma’asyiral Muslimin. Bayangkan, seseorang begitu bersemangat memakai jersey tim favoritnya. Ia rela membeli yang asli meski harganya mahal. Tetapi ketika Allah memanggilnya ke masjid, sarung dan pecinya justru berdebu di lemari.

Ia hafal formasi sebelas pemain. Tetapi tidak hafal bacaan shalatnya sendiri. Ia tahu statistik pemain dunia. Tetapi tidak tahu berapa kali ia terlambat shalat berjamaah.

Bacaan Lainnya

Bukankah ini sebuah renungan yang sangat dalam?
Artinya, jangan biarkan umur kita habis hanya menjadi penonton dunia, sementara kita lupa mempersiapkan diri menjadi penghuni surga.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, Mari jadikan Piala Dunia sebagai pelajaran. Kalau kita mampu menunggu kick-off pertandingan dengan penuh disiplin, mengapa kita tidak mampu menunggu adzan dengan penuh kerinduan?

Kalau kita rela menghabiskan uang demi hiburan, mengapa terasa berat mengeluarkan sedekah?

Kalau kita mampu berteriak ketika tim kita mencetak gol, mengapa lisan ini begitu pelit mengucapkan Allahu Akbar dan Subhanallah?

Kelak semua stadion akan sunyi, semua sorakan akan berhenti, semua pemain akan pensiun, dan semua tropi akan menjadi benda bersejarah. Namun satu perkara yang tetap hidup adalah, amal shalih yang kita bawa menghadap Allah.

Maka jangan sampai nama kita tercatat sebagai penggemar sepak bola yang fanatik, tetapi tidak tercatat sebagai penghuni masjid. Jangan sampai kita mengenakan jersey kebanggaan dunia, tetapi kehilangan pakaian takwa di hadapan Allah.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang mampu menempatkan dunia di tangan, bukan di hati.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Akhirnya, ust. Sadam Husen mengajak marilah kita akhiri pertemuan ini dengan satu renungan. Kelak, tidak ada lagi pertandingan yang kita tonton. Tidak ada lagi klasemen. Tidak ada lagi final. Yang ada hanyalah hisab.

Yang dipanggil bukan nama tim favorit kita, tetapi nama kita sendiri. Yang ditanya bukan berapa banyak pertandingan yang kita saksikan. Melainkan berapa banyak shalat yang kita dirikan. Yang dinilai bukan berapa banyak gol yang kita soraki. Tetapi berapa banyak sujud yang kita persembahkan kepada Allah SWT.

Karena itu, cintailah dunia sekadarnya, dan cintailah akhirat sebesar-besarnya. Mari jadikan setiap adzan lebih kita tunggu daripada jadwal pertandingan apa pun.

banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *