JAMBI, Beritategas.com – Universitas Jambi (UNJA) menggelar Workshop “Regulasi Kecemasan dan Burnout melalui Hipnoterapi untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri, Kemampuan Public Speaking, dan Kesiapan Kerja Mahasiswa”, Selasa (9/9/2026), di Gedung UNIFAC Lantai 3 Universitas Jambi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya membantu mahasiswa memahami dan mengelola kecemasan serta burnout yang dapat memengaruhi kehidupan akademik dan aktivitas sehari-hari.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H. Workshop ini turut mengundang Dr. Arizona, M.Pd., C.Ht. dari Universitas PGRI Palembang sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UNJA.
Dalam sambutannya, Prof. Hafrida menyampaikan bahwa persoalan yang dihadapi mahasiswa tidak selalu dapat diselesaikan sendiri. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan fasilitas dan layanan yang tersedia, salah satunya UPA BK UNJA.
“Kita punya UPA BK yang selalu siap membantu. Kapan saja ada masalah, jangan ragu untuk datang. Sebab kalau masalah itu dipendam dan diselesaikan sendiri, biasanya justru akan bertambah berat,” ujarnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk saling memperhatikan satu sama lain. Menurutnya, mahasiswa yang tampak paling ceria pun terkadang justru menyimpan masalah pribadi, sehingga kepedulian terhadap teman menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai persoalan.
Prof. Hafrida berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan selama menjalani kehidupan perkuliahan.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UNJA, Muhammad Zulfikar, M.Pd., menyampaikan bahwa kecemasan merupakan kondisi alamiah yang dialami manusia. Menurutnya, kecemasan memiliki fungsi sebagai respons terhadap situasi tertentu, termasuk ketika seseorang menghadapi bahaya. Namun, ia menjelaskan bahwa kecemasan memiliki berbagai tingkatan sehingga perlu diregulasi dan dikelola dengan baik agar tidak berlebihan.
“Nah, bagaimana caranya kita meregulasi, memanajemen, mengatur seperti apa agar kita tidak menghadapi kecemasan yang sangat berlebih,” ujarnya.
Menurut Zulfikar, kecemasan yang berlebihan dapat berdampak pada kondisi kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami cara mengatur dan mengelola kecemasan yang dialami.
“Kalau kecemasan itu berlebih, maka muaranya akan kepada kesehatan mental yang terganggu,” jelasnya.
Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan narasumber. Interaksi ini diharapkan memperdalam pemahaman mahasiswa soal regulasi kecemasan.
Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Arizona. Melalui workshop tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai regulasi kecemasan dan burnout melalui hipnoterapi, yang dikaitkan dengan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan public speaking, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, UNJA berharap mahasiswa dapat lebih memahami kondisi diri, mampu mengelola kecemasan secara tepat, serta tidak ragu untuk mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.
Kunjungi:
UNJA
















