Tahun Berganti, Sudahkah Hati Kita Hijrah?

JAMBI, Beritategas.com – Pergantian tahun senantiasa menjadi momentum yang mengundang banyak refleksi. Kalender boleh berubah, usia terus bertambah, dan lembaran waktu terus bergulir. Namun, pertanyaan yang patut kita renungkan bersama adalah, sejauh mana hati dan diri kita telah berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala ?

Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat atau perubahan penampilan lahiriah, melainkan sebuah perjalanan batin menuju ketaatan, meninggalkan kebiasaan buruk menuju akhlak yang lebih mulia, serta memperkuat keimanan di tengah berbagai tantangan zaman.

Bacaan Lainnya

Tahun yang baru semestinya tidak hanya dirayakan dengan harapan duniawi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbarui niat, memperbanyak amal saleh, serta mempererat hubungan dengan Sang Pencipta dan sesama manusia.

Melalui kajian Islam bertema “Tahun Berganti, Sudahkah Hati Kita Hijrah?”, bersama ustadz Sadam Husen S.Sy Beritategas.com di Jumat (19/06/2026)/ 4 Muharram 1448 mengajak para pembaca untuk menjadikan pergantian waktu sebagai sarana muhasabah diri.

Sebab, hakikat keberuntungan bukanlah sekadar bertambahnya usia, melainkan bertambahnya kualitas iman, ilmu, dan amal yang mendekatkan kita kepada ridha Allah Subhanahu wa ta’ala (Swt).

Semoga setiap detik yang dianugerahkan kepada kita menjadi ladang kebaikan dan setiap pergantian tahun menjadi penanda semakin dekatnya kita kepada kehidupan yang penuh keberkahan. Mari terus berhijrah, bukan hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam sikap, perbuatan, dan keikhlasan hati.l

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Mari kita bertaqwa kepada Allah. Sebab takwa adalah satu-satunya bekal yang tidak akan berkurang meski tahun berganti. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Wahai orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” QS. Al-Hasyr: 18

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Muharram sudah datang lagi. Tapi coba jujur pada hati: apakah kita menyambutnya dengan gembira, atau dengan gemetar? Tahun baru Hijriyah tidak lahir dari pesta kembang api. Ia lahir dari perpisahan.

Dengan air mata yang mengalir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat memandang Ka’bah untuk terakhir kalinya, lalu berbisik:

مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلَدٍ، وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ

“Alangkah baiknya engkau sebagai negeri, alangkah cintanya aku kepadamu. Seandainya kaumku tidak mengusirku darimu, niscaya aku tidak tinggal di selainmu.” HR. Tirmidzi

banner 300x250
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses