JAMBI< Beritategas.com – Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa agung yang menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam. Peristiwa turunnya Al-Qur’an bukan hanya menandai awal kerasulan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman.
Pada kesempatan ini, Jumat (6/3/2026) bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447H Ust. Sadam Husen, S.Sy menyampaikan tentang Nuzulul Qur’an dan Hikmahnya.
Ust. Sadam mengingatkan kepada kita semua agar selalu istiqomah meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dan memurnikan keta’atan hanya kepada Allah.
Solawat dan salam marilah kita hantarkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Salallahu alaihiwas salam semoga pada hari pberian Syafa’at nanti, kita semua akan mendapatkannya Aamiin Allahhuma Aamiin.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Pada dasarnya masa enam bulan sebelum Wahyu pertama diturunkan kepada Nabi kita Muhammad Salallahu alaihiwas salam, beliau sering mengalami mimpi mimpi yang benar yang menjadi kenyata’an.
Beliau gemar menyendiri atau bertahannuts digua Hira untuk merenung dan beribadah, pada malam tersebut datanglah malaikat Jibril dengan wujud aslinya, dan memeluk nabi sebanyak tiga kali Kemudian memerintahkan Iqra atau (bacalah) nabi menjawab : Saya tidak dapat membaca.
Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi kita yaitu surat Al ‘Alaq ayat satu sampai dengan ayat lima
Malaikat Jibril as membacakannya:
Artinya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al Alaq 1-5).
Peristiwa ini bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan yaitu terjadinya perang Badar, sehingga pada malam 17 Ramadhan kita kenal dengan Nuzulul Qur’an. Yaitu Wahyu pertama yang Allah turunkan melalui malaikat Jibril secara bertahap.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah yang dirahmati Allah
Sesungguhnya Al Qur’an diturunkan dua periode:
Pertama Allah turunkan sekaligus pada malam Lailatul Qodar secara keseluruhan dari Lauh Mahfuzh kelangit dunia.
Periode kedua adalah, Allah turunkan melalui Malaikat Jibril dari langit dunia secara bertahap kepada nabi kita Muhammad salallu alaihiwas salam selama kurang lebih 23 tahun. Sesuai kebutuhan, yaitu selama periode di mana Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam diutus sebagai rasul.
Nabi Muhammad shalallahu alaihiwas salam ketika menerima Wahyu pertama ini gemetar ketakutan dan pulang ke rumahnya, lalu meminta istrinya, Khadijah RA, untuk menyelimutinya, kemudian Khadijah menenangkan Nabi dan membawanya menemui Waraqah bin Naufal, seorang Nasrani yang lurus, yang menegaskan bahwa sosok yang datang adalah Malaikat Jibril (pembawa kabar rahasia yang sama dengan Nabi Musa) dan menandai diangkatnya beliau sebagai Rasul.
Allah subhana wata ‘ala berfirman dalam Al Qur’an:
Artinya:
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Al-Baqarah 185).
Sebagai hikmah dari Nuzulul Qur’an itu sendiri diantaranya:
Menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk. Menjadikan Al Qur’an sebagai saringan untuk membedakan mana yang hak dan mana yang batil.
Dalam konteks kehidupan modern, memahami hikmah Nuzulul Qur’an sangat penting agar umat Islam tidak hanya memperingatinya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga menghayatinya sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan.
Demikianlah perjumpaan kita dengan ust. Sadam Husen S.Sy semoga Allah memudahkan kita untuk selalu menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari hari, karena melalui Al-Qur’an, Allah SWT menurunkan pedoman yang mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari akidah, ibadah, hingga akhlak.
Oleh sebab itu, memahami hikmah Nuzulul Qur’an dapat menjadi cara bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala a’ala sekaligus membentuk karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Semoga kita yang senantiasa membaca dan mengamalkannya Menjadi Ahli Qur’an dan mendapatkan Syafaat nya Alqur’an.
Aamiin Allahhumma Aamiin.
Pewarta: A. Erolflin
Editor : Firman














