Miris, Warga Miskin Kelurahan Tanjung Raja Barat ini Tak Menerima BLT,Oknum Pegawai Dinsos Diduga Meminta Uang

  • Whatsapp

Miris, Warga Miskin Kelurahan Tanjung Raja Barat ini Tak Menerima BLT,Oknum Pegawai Dinsos Diduga Meminta Uang

*Lurah Terkesan Lepas Tangan

OGAN ILIR, ,- Warga Tanjung Raja Barat Kabupaten Ogan Ilir Mengaku tidak mendapatkan dana terdampak Covid 19- berupa Bantuan Lngsung Tunai (BLT) . yang mirisnya lagi saat warga hendak menanyakan perihal tersebut kepada Lurah setempat justru terkesan lepas tangan.

Berdasarkan keterangan warga Kelurahan Tanjung Raja Barat bernama Saparudin saat dihubungi via seluler Rabu (24/06/20) mengatakan, bukan hanya ia sendiri yang tidak mendapatkan bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial tersebut,Sedikitnya sekitar 30 orang dilingkungan tempat ia tinggal sama sekali tak menerima bantuan tersebut.

“bukan hanya saya tidak dapat bantuan tersebut, sekitar 30 orang warga lain yang menurut saya layak menerima nya malah tidak juga dapat bantuan dampak Corona ini”. Ujar Pria yang sehari-mengaku bekerja sebagai pengemudi Becak Motor (Bentor) itu.

Sebelumnya ia bersama Warga lain sudah pernah menyampaikan berkas berupa data sebagai calon penerima bantuan langsung ke Kantor Dinas Sosial Ogan Ilir, bahkan Pasca pembagian BLT telah dilaksanakan ia sempat menghubungi oknum pegawai Dinsos menanyakan perihal tersebut namun tak lama ia diblokir via seluler.

“Data sudah kami serahkan ke Dinas Sosial,Lurah juga sudah kami tanya namun dijawab ia tidak berwenang atas pendataan tersebut. Belum lama ini pun saya sempat bercakap melalui seluler dengan Salah satu pegawai Dinsos, malah oknum tersebut sempat mengatakan ingin membantu dengan syarat imbalan uang. tak lama dari itu saya diblokir dari kontak pegawai dinsos itu”beber Saparudin.

Ia Bersama warga lain terdampak COVID-19 yang tak mendapat bantuan BLT tersebut, sangat bingung terhadap pendataan penerimanya. Sementara sudah sejak beberapa bulan terakhir kebutuhan hidup mereka mulai sulit terpenuhi. Lurah yang semestinya memberikan kejelasan justru seolah lepas tangan beralasan data langsung dari Pusat.

“mau bagaimana lagi pak kalau kondisi seperti ini, bukannya saya mengada-ada tapi kenyataan. Saya bersama istri dan anak saja tinggal menumpang dirumah mertua dengan kondisi serba terbatas,beras mulai menipis apalagi buat beli kelambu anak kami yang masih bayi saja tak terbeli” Lirih Ayah Tiga Orang anak ini.

Dengan meminjam HP Android tetangganya bahkan ia mengirimkan foto kondisi tempat ia tinggal kepada wartawan ini, seolah meyakinkan perihal realita yang ia alami.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ogan Ilir Irawan saat dikonfirmasi Rabu Malam (24/06/20). menuding awak media lakukan fitnah dan menampik adanya dugaan atas aduan masyarakat tersebut.

” Jgn main duga2 buktikan nian jgn galak fitnah nambahi duso be, ( jangan main duga,silakkan buktikan jangan suka memfitnah menambah dosa )” ketusnya dengan bahasa daerah.

Berkaitan adanya keluhan warga yang mengaku sempat dimintai uang oleh oknum Dinsos Ogan Ilir, Irawan menampik hal tersebut.

” Kami tidak pernah meminta imbalan terhadap yang berurusan dengan dinsos, perihal BLT itu kewenangan kades bukan dinsos. Kalau BST dinsos hanya mengusulkan yang menetapkan kemensos berdasarkan jumlah kuota ” Ucapnya.

lurah Tanjung Raja Barat Awaludin hingga kini belum berhasil dikonfirmasi.

Laporan : (Tim Liputan Beritategas.com).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan