Menhaj: Haji Belum Selesai, Layanan Jemaah Harus Tetap Prima hingga Kepulangan Terakhir

MADINAH, Beritategas.com – Menteri Haji dan Umrah(Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengingatkan seluruh petugas haji untuk tetap menjaga kualitas pelayanan hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia. Menurutnya, berakhirnya puncak ibadah haji bukan berarti berakhirnya tugas pelayanan kepada jemaah.

“Haji belum selesai. Saya meminta seluruh petugas tetap menjaga kualitas pelayanan hingga jemaah terakhir tiba kembali di Tanah Air pada 1 Juli mendatang,” ujar Menhaj.

Bacaan Lainnya

Ia mengapresiasi kinerja petugas haji yang mendapat respons positif dari berbagai pihak, mulai dari tahap persiapan, keberangkatan, hingga pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Namun, menurutnya, capaian tersebut tidak boleh membuat petugas lengah.

“Kalau pelayanan baik sejak awal, tetapi di akhir ada masalah, maka yang akan diingat publik adalah masalah tersebut. Karena itu, performa pelayanan harus dijaga sampai hari terakhir,” tegasnya, Sabtu (06/06/2026)

Menhaj juga mengimbau jemaah untuk tetap menjaga kesehatan selama berada di Madinah. Cuaca panas dan aktivitas ibadah yang padat masih berpotensi memengaruhi kondisi fisik jemaah meskipun rangkaian puncak haji telah selesai.

“Kami mengingatkan jemaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak minum, dan membatasi aktivitas yang dapat menguras tenaga,” katanya.

Dalam evaluasi sementara penyelenggaraan haji tahun ini, Menhaj mencatat dua aspek yang masih memerlukan perhatian, yakni layanan di Mina dan kesehatan jemaah.

Menurutnya, kompleksitas layanan di Mina lebih tinggi dibandingkan Arafah karena jemaah berada lebih lama di lokasi tersebut sehingga potensi permasalahan juga lebih besar.

Sementara pada aspek kesehatan, Menhaj menyebut pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi atas upaya Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan jemaah. Hal itu tercermin dari menurunnya angka kematian jemaah secara signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Angka kematian jemaah turun hampir 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan kerja keras seluruh petugas kesehatan, meskipun masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperbaiki,” ujarnya.

Menhaj juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengevaluasi model layanan kesehatan haji, termasuk keberadaan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Evaluasi dilakukan seiring perubahan regulasi Arab Saudi yang tidak lagi memperkenankan KKHI memberikan layanan rawat inap.

“Kita sedang mengkaji model layanan yang paling efektif sesuai regulasi terbaru. Salah satu opsi yang dibahas adalah memperkuat klinik satelit dan mempercepat sistem rujukan ke rumah sakit Saudi,” katanya.

Selain evaluasi layanan tahun ini, Kemenhaj juga mulai mempersiapkan penyelenggaraan haji 2027. Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan sejumlah jadwal dan ketentuan baru, mulai dari sistem pembayaran, kontrak layanan, hingga kebutuhan tenaga kesehatan yang harus dipenuhi setiap negara pengirim jemaah.

Menurut Menhaj, berbagai perubahan tersebut menuntut persiapan lebih awal agar pelayanan kepada jemaah Indonesia dapat terus ditingkatkan pada musim haji mendatang.

“Kami bersyukur pelaksanaan haji tahun ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi. Namun evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan agar pelayanan kepada jemaah Indonesia semakin baik dari tahun ke tahun,” pungkasnya/AE.

Sumber https://haji.go.id
Editor: Firman

banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses