OGAN KOMERING ILIR, Beritategas.com – Tim gabungan TNI bersama Polri, BPBD Kabupaten OKI, RPK PT Riki dan masyarakat gerak cepat (Gercep) melakukan groundcheck sekaligus penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (5/10/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil pemantauan hotspot/firespot yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Tulung Selapan. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB untuk memastikan keberadaan titik api sekaligus melakukan upaya pemadaman.
Berdasarkan hasil groundcheck, ditemukan adanya kebakaran pada lahan desa dan lahan PT Riki dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±5 hektare. Titik lokasi kebakaran berada pada koordinat sekitar S -3°14’06,7″ dan E 105°18’58,8″.
Dalam penanganan tersebut, personel gabungan yang terlibat terdiri dari 3 personel TNI, 9 personel Polri, 5 personel RPK PT Riki serta sekitar 10 orang masyarakat. Tim juga menggunakan satu unit water tank untuk mendukung proses pemadaman di lokasi.
Kondisi di lapangan saat dilakukan penanganan masih ditemukan api dan asap tebal. Sumber air yang digunakan dalam proses pemadaman berasal dari kanal yang berada di sekitar lokasi. Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan dan belum diketahui secara pasti.
Dandim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., menegaskan bahwa jajaran Kodim 0402/OKI-OI akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan bergerak cepat bersama seluruh stakeholder dalam menangani setiap titik api yang terdeteksi.
“Kami terus mengedepankan langkah cepat melalui patroli, groundcheck, pemadaman dan pendinginan di setiap lokasi yang terindikasi terjadi Karhutla. Penanganan ini membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat,” ujar Dandim. Selasa (6/10/2026).
Selain melaksanakan pemadaman dan pendinginan, personel di lapangan juga melaksanakan patroli darat di wilayah rawan Karhutla, melakukan verifikasi hotspot, monitoring perkembangan situasi serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
Dandim juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
“Pencegahan menjadi langkah utama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan cepat meluas dan membahayakan lingkungan maupun permukiman warga,” tegasnya.
Hingga kegiatan berakhir, tim gabungan tetap disiagakan di lokasi untuk melanjutkan proses pemadaman dan memastikan api benar-benar padam serta tidak kembali menyala.















