JAMBI, Beritategas.com – Universitas Jambi (UNJA) resmi mengangkat Prof. Dr. Fitry Tafzi, S.TP., M.Si. sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Pangan Fungsional. Pengukuhan tersebut dilaksanakan di Balairung Pinang Masak, UNJA Mendalo, pada Senin (10/02/2026), lalu.
Menjadi Guru Besar bukan sekadar pencapaian gelar bagi Prof. Fitry. Bagi pakar di bidang Ilmu Pangan Fungsional ini, gelar tersebut merupakan amanah sekaligus bukti nyata dari filosofi “belajar sepanjang hayat” yang ia pegang teguh.
Perjalanan akademiknya dimulai dari SD 01 Rawa Pasaman (lulus 1985), kemudian berlanjut ke SMP Negeri 1 Bukittinggi dan SMA Negeri 2 Bukittinggi. Kecintaannya pada dunia pangan membawanya menyelesaikan studi Teknologi Hasil Pertanian di Universitas Andalas pada tahun 1996. Ia kemudian meraih gelar Doktor (S3) di Institut Pertanian Bogor pada tahun 2016 melalui jalur beasiswa UGREEN.
Dalam sesi wawancara, Prof. Fitry menegaskan bahwa motivasi terbesarnya bukanlah jabatan, melainkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
“Belajar itu tidak akan pernah berhenti, dari kecil sampai ke liang lahat. Sebagai dosen, kita wajib mengembangkan ilmu melalui penelitian karena di sanalah kita menemukan pengalaman baru,” ungkap Prof. Fitry.
Baginya, jabatan Guru Besar merupakan puncak karir tertinggi yang diraih secara bertahap melalui doa dan konsistensi. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar dalam meraih gelar tersebut adalah memenuhi persyaratan publikasi di jurnal internasional. Namun, dengan disiplin dan kemauan untuk terus memperbaiki diri, tantangan tersebut berhasil ia lalui.
Sebagai ahli pangan fungsional, Prof. Fitry saat ini mendalami riset mengenai potensi tanaman lokal. Ia meyakini bahwa kekayaan alam Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional yang relevan dengan kebutuhan kesehatan saat ini.
Salah satu kenangan yang paling berkesan baginya adalah ketika pertama kali memperoleh hibah penelitian dari Dikti saat masih menjadi dosen muda. Penelitian tersebut berfokus pada durian.
“Kepercayaan dari pemerintah saat itu memberikan rasa percaya diri yang besar bahwa kita mampu melakukan penelitian yang diakui,” tambah Prof. Fitry.
Di tengah kesibukannya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi (mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat) Prof. Fitry menekankan pentingnya kolaborasi.
Menurutnya, tugas di lingkungan perguruan tinggi tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama tim yang solid serta suasana kerja yang kondusif. Di atas semua itu, dukungan keluarga menjadi faktor utama keberhasilannya.
“Dukungan suami, orang tua, kakak, dan rekan kerja sangat penting. Mereka menciptakan kondisi yang nyaman sehingga mimpi-mimpi saya dapat tercapai satu per satu,” tutur Prof. Fitry.
Prof. Fitry juga membagikan prinsip hidupnya, yaitu memberikan yang terbaik, berusaha secara maksimal, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Ia pun menyampaikan pesan kepada para mahasiswa UNJA.
“Percayalah pada diri sendiri dan gali potensi diri. Tantangan di luar sana sangat besar sehingga kualitas diri harus selalu ditingkatkan melalui belajar yang tiada henti,” tutup Prof. Fitry.
Kunjungi: www.unja.ac.id
Pewarta : A.Erolflin
Editor : Firman













