SRAGEN, Beritategas.com – Membaca adalah salah satu hal terpenting dari pembelajaran kepada anak. Mengusung tema “Belajar Ceria”, PKK Gondangmanis RT 03 mengadakan kegiatan belajar membaca bagi anak setempat. Kegiatan yang diikuti 7 anak ini dimulai pada pukul 15.30 WIB sampai 17.00 WIB bertempat di rumah Ketua PKK, Elisawati Dukuh Gondangmanis RT 03, Desa Geneng, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026).
Elisawati selaku Ketua PKK Gondangmanis RT 03 menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk membantu anak agar lebih cepat dalam membaca. Dalam kesempatan ini juga dibagikan buku tulis per anak 1 buku tulis.
“Kegiatan ini untuk mencoba membantu anak belajar membaca lebih mudah, cepat dan menyenangkan,disesuaikan dengan kemampuan anak serta tanpa tekanan. Model ini mengadaptasi cara belajar qiro’ati. Cara ini membiasakan pola repetisi, yakni proses pengulangan suatu hal/baik berupa gerakan kata, maupun kegiatan, dan penyimakan secara individu dengan waktu antara 5 sampai 10 menit. Dalam kegiatan ini juga kami bagikan buku tulis satu anak mendapat satu buku tulis,” jelas Elisawati.
Ditambahkan oleh Elisawati, kegiatan ini juga memiliki tujuan jangka panjang. Mempersiapkan anak-anak di lingkungan setempat agar memiliki modal akademik yang baik, sehingga mampu meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan.
“Adapun menjadi tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah diantaranya, Pemberantasan buta aksara sejak dini, Menumbuhkan minat baca/budaya literasi, Mengoptimalkan peran kader PKK, Peningkatan kualitas sumber daya manusia agar memiliki modal akademik yang baik, dan Membangun kedekatan sosial lingkungan,” tambah Elisawati.
Dalam kesempatan ini, Elisawati berpesan kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar membaca agar senantiasa menghormati orang tua.
“Dalam kegiatan belajar membaca bertema “Belajar Ceria” ini kami berpesan kepada anak-anak agar senantiasa menghormati orang tua. Disamping itu, bagi yang ada jadwal mengaji, ya harus tetap mengaji. Pokoknya tetap semangat belajar, main HP dikurangi, waktunya belajar ya belajar, dan waktunya shalat ya harus shalat,” pungkas Elisawati.
Pewarta: Sapto Haryono
Editor: Widiyo Prakoso















