JAMBI, Beritategas.com – Masjid merupakan simbol kemuliaan Islam sekaligus pusat pembinaan umat. Sejak zaman Rasulullah SAW, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat menunaikan ibadah salat, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, musyawarah, pembinaan akhlak, hingga pelayanan sosial bagi masyarakat. Bersama Ustaz Sadam Husen, S.Sy di Jumat (31/07/2026) bertepatan dengan 15 Safar 1448 pokok kajian kita akan membahas dengan tema “Memakmurkan Masjid, Jalan Meraih Pertolongan Allah dan Keberkahan Hidup.”
Ust. Sadam mengajak kita semua kaum muslimin untuk kembali memahami pentingnya menghidupkan masjid sebagai pusat peradaban umat.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Pertama tama Ust. Sadam mengajak marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā (SWT) dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik menuju kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.
Allah SWT memberikan kedudukan yang sangat mulia kepada orang-orang yang memakmurkan masjid. Memakmurkan masjid bukan hanya membangun bangunannya atau membangun fisiknya saja tetapi juga menghidupkannya dengan shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dzikir, majelis ilmu, i’tikaf, pembinaan generasi muda, serta berbagai kegiatan yang mendekatkan diri kepada Allah. Dan juga berbagai kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Masjid yang hidup akan melahirkan masyarakat yang kuat iman, kokoh persaudaraan, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Dari masjid pula lahir generasi yang berakhlak mulia, mencintai ilmu, dan siap menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat. Ketika masjid dimakmurkan, pertolongan Allah SWT akan semakin dekat dan keberkahan akan mengalir dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
Sebagaimana firman-Nya dalam Surah At-Taubah ayat 18,
﴿ إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ ﴾
Artinya:
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah: 18)
Ayat ini menunjukkan bahwa memakmurkan masjid merupakan tanda keimanan yang kuat. Ayat ini menegaskan bahwa yang berhak memakmurkan masjid Allah adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Ayat tersebut menjadi motivasi agar umat Islam menjadikan masjid sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.














