Ketika Maksiat Menjadi Hal yang Biasa

Pandangan yang tidak dijaga, pergaulan yang tidak dibatasi, percakapan yang tidak diawasi, hingga akhirnya manusia jatuh ke dalam jurang kehinaan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Menurut ust. Sadam, hari ini kita menyaksikan sesuatu yang dahulu membuat orang malu untuk melakukannya. Namun kini sebagian orang melakukannya secara terang-terangan.

Bacaan Lainnya

Judi dianggap hiburan, minuman keras dianggap pergaulan, narkoba dianggap gaya hidup, dan perzinaan dianggap kebebasan. Na’udzubillahi min dzalik.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. telah mengingatkan:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ

“Seluruh umatku akan mendapatkan ampunan kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat maksiat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Kadang kita bertanya-tanya, mengapa hidup terasa semakin sempit?
Mengapa keluarga kehilangan ketenangan? Mengapa anak-anak semakin sulit diarahkan?
Mengapa keberkahan terasa semakin menjauh?

Allah Ta’ala telah menjelaskan:
Artinya “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat dari perbuatan mereka, supaya mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS. Ar-Rum: 41)

Ayat ini seolah berbicara kepada kita hari ini. Ketika manusia menjauh dari Allah, kerusakan perlahan datang, bukan hanya kerusakan alam, tetapi kerusakan akhlak, kerusakan rumah tangga, kerusakan generasi, dan kerusakan hati.

Bayangkan sebuah kampung yang masjidnya masih berdiri megah, adzannya masih terdengar, namun shaf-shafnya kosong, sementara tempat maksiat penuh sesak.

Anak-anak lebih mengenal permainan daripada Al-Qur’an, pemuda lebih mengenal mabuk daripada tahajud, dan sebagian orang tua sibuk mengejar dunia hingga lupa mengajari anak-anaknya agama.

Lalu siapa yang akan mendoakan kampung itu?… Siapa yang akan menjaga keberkahannya?… Dan siapa yang akan menjadi sebab turunnya rahmat Allah?

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda:
“Tidaklah perbuatan keji tampak pada suatu kaum hingga mereka melakukannya secara terang-terangan, kecuali akan tersebar di tengah mereka berbagai wabah dan penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya.” (HR. Ibnu Majah)

banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *