Kajian Rutin Malam Jumat Kliwon Masjid Muttaqin Karang Diisi oleh Ki Dalang Gedang Kluthuk

SRAGEN
Ki dalang Gedang Kluthuk sebagai penceramah yang dihadiri lebih dari 100 jamaah, bertempat di Masjid Muttaqin Dukuh Karang. Dok. Sapto Haryono.

SRAGEN, Beritategas.com – Pengajian sebagai prasarana mencari ilmu, diadakan rutin setiap malam Jumat Kliwon. Pada kesempatan ini, Ustadz K.H. Hadi Sunaryo, S.Sn., M.SI. atau sering dipanggil Ki dalang Gedang Kluthuk sebagai penceramahnya dan dihadiri lebih dari 100 jamaah yang terdiri dari 5 Rukun tetangga (RT). Bertempat di Masjid Muttaqin Dukuh Karang, Desa Geneng, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dimulai Ba’da Isya’, Kamis, (29/10/2026) malam.Dalam ceramahnya, Ki dalang Gedang Kluthuk menjelaskan tentang manusia hidup itu memikirkan orang mati.

“Hidup itu mikirin orang mati, artinya kita selalu mengingat mereka yang sudah mendahului kita ke alam baka, agar tidak terlena dengan dunia. Kita belajar dari mereka, dulu sibuk dengan harta dan jabatan, kini hanya membawa amal saja,” jelasnya.
​
Ditambahkan oleh Ki dalang Gedang Kluthuk bahwa setelah manusia hidup itu memikirkan orang mati, maka setelah itu akan memikirkan hidup itu mikir kalau mau mati.

“Hidup itu mikir kalau mau mati,
artinya selalu ingat bahwa kematian bisa datang kapan saja. Segera siapkan bekal amal sholeh sebelum tiba waktunya kita dipanggil pulang,” tambahnya.
​
Disamping itu, Ki dalang Gedang Kluthuk juga mengungkapkan kalau manusia hidup itu mikir kebutuhan hidup.

“Hidup itu mikir kebutuhan hidup,
artinya, kita juga wajib berusaha mencari nafkah untuk diri sendiri dan keluarga, tidak boleh hanya diam menunggu mati. Berusaha memenuhi kebutuhan dunia pun bagian dari ibadah jika niatnya benar,” ungkapnya.
​
Setelah manusia hidup itu memikirkan orang mati, hidup itu mikir kalau mau mati, hidup itu mikir kebutuhan hidup, dan hidup itu mikirin orang yang hidup.

“Hidup itu mikirin orang yang hidup,
artinya, selain memikirkan diri sendiri, kita harus peduli kepada sesama yang masih hidup, menolong yang kesulitan, saling mengingatkan kebaikan, dan menjaga hubungan baik dengan orang lain. Jadi hidup bukan hanya memikirkan akhirat saja, atau hanya memikirkan dunia saja. Kita diingatkan untuk selalu ingat kematian untuk menjaga iman, tetap berusaha memenuhi kebutuhan hidup, dan selalu peduli kepada sesama manusia,” pengkasnya.

Pewarta: Sapto Haryono
Editor: Widiyo Prakoso

banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *