Iduladha 1447 H, Kampung Ngajee Kelola Kurban Lebih Terorganisir

OGAN ILIR, Beritategas.com – Perayaan Iduladha 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi Kampung Ngajee, Desa Tanjung Seteko Kabupaten Ogan ilir. Untuk pertama kalinya, pelaksanaan ibadah kurban dikelola secara lebih terstruktur melalui identitas sosial Kampung Ngajee, mulai dari publikasi ajakan berkurban, dokumentasi kegiatan, hingga distribusi hewan kurban kepada masyarakat, Sabtu (30/05/2026).

Meski tradisi kurban telah berlangsung sejak lama di kampung tersebut, tahun ini menjadi langkah baru dalam pengelolaannya.

Bacaan Lainnya

“Pada tahun-tahun sebelumnya kurban tetap ada, namun masih berjalan secara alami dari masyarakat. Belum ada ajakan terbuka, dokumentasi, maupun pengelolaan bersama seperti sekarang,” ujar panitia.

Upaya pengelolaan yang lebih rapi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Tahun ini, Kampung Ngajee berhasil menghimpun 2 ekor sapi dan 7 ekor kambing untuk disembelih dan didistribusikan kepada warga yang berhak menerima.

Mayoritas hewan kurban berasal dari warga kampung sendiri. Namun, kepercayaan dari luar daerah juga mulai tumbuh. Tercatat satu ekor kambing berasal dari Jakarta dan satu ekor lainnya dari Sakatiga Seberang yang secara khusus dititipkan untuk disalurkan melalui Kampung Ngajee.

Salah satu pekurban, Guru Ahmad Huazi, menyampaikan bahwa sapi kurban yang diamanahkan tahun ini diniatkan untuk keluarga besar Sanal bin Nasalik beserta keturunannya serta keluarga besar Kampung Ngajee.

Suasana penuh kebersamaan semakin terasa saat salah satu tokoh masyarakat yang akrab disapa Kek Ngah Kamil hadir di lokasi penyembelihan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan doa dan harapan bagi kampung yang dicintainya.

“Semoga kampung ini diberkahi Allah SWT,” ucapnya.

Selain mengelola hewan kurban secara mandiri, Kampung Ngajee juga menerima bantuan lebih dari 60 kantong daging sapi kurban dari PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang.

Founder Kampung Ngajee, Guru Saiyid Mahadhir, mengatakan bahwa pendistribusian daging kurban diprioritaskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Mayoritas warga di sini merupakan kaum fakir dan miskin. Selain itu, penerima juga insya Allah mereka yang aktif mengikuti berbagai kegiatan kebaikan di Kampung Ngajee, seperti pengajian, kegiatan sosial, dan kegiatan musala,” katanya.

Meski jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan, panitia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang belum memperoleh bagian. Karena itu, mereka berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan kurbannya melalui Kampung Ngajee pada tahun mendatang.

“Harapannya tahun depan semakin banyak yang berkurban dan menitipkan kurbannya di sini sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar panitia.

Sementara itu, Co-Founder Kampung Ngajee, Anas Roiyan, mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat terhadap program kurban tahun ini begitu tinggi.

“Awalnya saya sempat ragu melihat kondisi ekonomi saat ini. Saya memperkirakan minat berkurban akan menurun. Namun ternyata Allah memberikan kejutan,” ungkapnya.

Anas mengatakan dirinya terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyembelihan, pendistribusian, hingga dokumentasi.

“Memang melelahkan karena ikut dalam berbagai proses. Namun ini adalah lelah yang membahagiakan,” tuturnya.

Melalui pengelolaan yang semakin baik, Kampung Ngajee terus berupaya menjadi ruang tumbuhnya semangat berbagi dan kebersamaan di tengah masyarakat Desa Tanjung Seteko. Semangat tersebut diharapkan terus terjaga dan berkembang dari tahun ke tahun.

Pewarta: Maharani
Editor : Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses