JAMBI, Beritategas.com – Universitas Jambi (UNJA) menggelar Wisuda ke-121 di Gedung Balairung Pinang Masak Mendalo pada Kamis, (12/02/2026). Salah satu wisudawan yang meraih predikat cumlaude ialah Gadis Dyah Pavita dari Program Studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian (Faperta).
Gadis Dyah Pavita lahir di Muara Bungo pada 6 Juli 2004. Perjalanan pendidikannya dimulai di SD Negeri 131/II SKB, kemudian melanjutkan studi ke SMP Negeri 2 Bungo dan SMA Negeri 1 Bungo.
Setelah menyelesaikan SMA, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke UNJA dengan memilih Program Studi Agribisnis sebagai bidang yang diyakininya mampu mengembangkan minat dan potensinya.
Gadis menyampaikan bahwa pandangannya tentang pentingnya pendidikan terbentuk dari nilai-nilai yang ditanamkan keluarganya sejak kecil.
“Saya berasal dari keluarga yang selalu menanamkan pentingnya pendidikan sebagai bekal utama dalam kehidupan. Sejak kecil, saya diajarkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi tentang bagaimana seseorang bertumbuh dan memiliki cara berpikir yang baik. Nilai-nilai tersebut yang kemudian membentuk cara saya menjalani proses belajar hingga saat ini,” ujarnya.
Dalam perjalanannya menempuh pendidikan di bangku perkuliahan, Gadis mengakui menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada fase awal adaptasi di lingkungan kampus yang menuntut kemandirian.
“Peralihan dari sekolah ke dunia perkuliahan yang menuntut kemandirian membuat saya harus belajar mengatur waktu dan membangun kepercayaan diri. Saya menyadari bahwa kemampuan akademik saja tidak cukup, tetapi juga dibutuhkan kedisiplinan dan kemauan untuk terus belajar,” tuturnya.
Selain tantangan akademik, ia juga menghadapi dinamika kehidupan pribadi dengan ketiadaan sosok ayah yang telah almarhum serta peran ibunya sebagai orang tua tunggal dalam mendampingi perjalanan studinya.
“Kuliah tanpa sosok ayah di sisi saya tentu punya tantangannya sendiri. Saya belajar untuk lebih mandiri dan menjadi pribadi yang lebih kuat. Namun, meskipun beliau tidak selalu hadir secara langsung, saya tetap merasakan dukungan dan doa yang menyertai langkah saya. Justru keadaan itu saya jadikan semangat untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah. Dibesarkan oleh orang tua tunggal juga mengajarkan saya untuk lebih bertanggung jawab dan menghargai setiap proses. Saya sadar, jika hari ini saya bisa sampai di tahap ini, itu tidak lepas dari kerja keras dan doa orang tua yang selalu mendukung dari belakang.” ungkapnya.
Terkait tips meraih predikat cumlaude, Gadis menekankan pentingnya konsistensi sejak semester awal. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
“Yang paling penting adalah menjaga IPK setiap semester. Jangan menunda tugas, atur waktu dengan baik, dan pahami materi, bukan hanya belajar menjelang ujian. Kondisi tubuh dan pikiran sangat berpengaruh terhadap hasil belajar. Selain itu, setiap usaha harus dibarengi doa. Kita berusaha semaksimal mungkin, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Gadis menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa yang masih menjalani proses perkuliahan agar tetap disiplin, fokus, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan akademik maupun pribadi.
Kunjungi: www.unja.ac.id
Pewarta : A.Erolflin
Editor : Firman
















