Santri Ponpes Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Sekaligus Mahasiswa UIN Surakarta Buktikan Effektivitas Model Radec dalam Pembelajaran Bahasa Arab

SURAKARTA, Beritategas.com – Prestasi akademik membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda pesantren Indonesia. Di tengah tuntutan inovasi pendidikan yang semakin berkembang dan kebutuhan akan metode pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, Dyiah Alfina Mudawamah Nychenyawati berhasil menunjukkan kontribusi nyata dalam dunia akademik melalui publikasi artikel ilmiah pada jurnal bahasa Arab terindeks SINTA. Sabtu (13/6/2026).

Dyiah Alfina merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Raden Mas Said Surakarta yang juga dikenal sebagai Santri Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta.

Bacaan Lainnya

Keberhasilannya menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal bereputasi menjadi bukti bahwa tradisi intelektual pesantren mampu berjalan beriringan dengan perkembangan riset dan kajian akademik modern.

Artikel ilmiah yang diterbitkan pada tanggal 26 Agustus 2025 tersebut berjudul:

“فعالية نموذج التعليم راديك (اقرأ، أجب، ناقش، اشرح، أنشئ) على تحسين مهارة الكتابة في اللغة العربية لغير الناطقين بها على مستوى المدرسة العالية المؤيد سوراكارتا”

dan dapat diakses melalui DOI: 10.24014/al-manar.v16i2.36896.
Publikasi tersebut menjadi capaian yang tidak hanya membanggakan bagi pribadi penulis, tetapi juga bagi lingkungan akademik UIN Raden Mas Said Surakarta serta keluarga besar Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta yang selama ini dikenal aktif dalam membina santri untuk mengembangkan kemampuan keilmuan, keagamaan, dan akademik secara seimbang.

Penelitian yang dilakukan Dyiah Alfina berada di bawah bimbingan Muhammad Zaenuri, M.Pd. dan dilaksanakan di MA Al-Muayyad Surakarta. Fokus penelitian diarahkan pada efektivitas model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) dalam meningkatkan keterampilan menulis bahasa Arab (maharah kitabah) bagi peserta didik non-penutur asli bahasa Arab.

Dalam latar belakang penelitiannya, Dyiah Alfina menyoroti masih rendahnya kemampuan menulis bahasa Arab yang ditemukan di berbagai lembaga pendidikan. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah dominasi metode pembelajaran konvensional yang masih menempatkan peserta didik sebagai penerima informasi secara pasif.

Akibatnya, siswa kurang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas yang sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran abad ke-21.

Sebagai Santri Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta, Dyiah Alfina melihat bahwa pembelajaran bahasa Arab tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan teori dan hafalan semata. Pembelajaran bahasa Arab perlu diarahkan pada kemampuan menggunakan bahasa secara aktif sehingga peserta didik mampu mengekspresikan gagasan, menuangkan pemikiran, serta menyusun tulisan yang baik dan benar dalam bahasa Arab.

banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *