Melalui pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, penelitian ini melibatkan 24 siswa kelas X E1 MA Al-Muayyad Surakarta. Peneliti menggunakan instrumen tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) sebagai alat ukur untuk mengetahui perkembangan kemampuan menulis siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran RADEC.
Selama proses penelitian berlangsung, siswa diajak mengikuti lima tahapan utama dalam model RADEC. Tahap pertama adalah Read (membaca), di mana siswa membaca materi yang telah disiapkan. Tahap kedua adalah Answer (menjawab), yaitu menjawab pertanyaan berdasarkan hasil bacaan.
Tahap ketiga adalah Discuss (berdiskusi) untuk memperdalam pemahaman melalui interaksi dengan teman sebaya. Tahap keempat adalah Explain (menjelaskan), yakni menyampaikan hasil pemikiran dan pemahaman kepada orang lain. Sedangkan tahap terakhir adalah Create (menciptakan), yaitu menghasilkan karya atau produk pembelajaran yang mencerminkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari.
Hasil penelitian menunjukkan temuan yang sangat menggembirakan. Nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 78,17 pada tahap pre-test menjadi 88,75 pada tahap post-test. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perkembangan kemampuan menulis bahasa Arab yang signifikan setelah penerapan model pembelajaran RADEC.
Untuk memastikan validitas hasil penelitian, data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan sesudah penerapan model RADEC. Dengan demikian, model pembelajaran RADEC terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis bahasa Arab peserta didik. Menariknya, keberhasilan model RADEC tidak hanya tercermin pada angka-angka statistik semata. Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa menunjukkan perubahan perilaku belajar yang positif. Mereka lebih aktif membaca, lebih berani mengemukakan pendapat, lebih terbiasa berdiskusi, lebih percaya diri dalam menjelaskan hasil pemikiran, dan mampu menghasilkan tulisan bahasa Arab yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Temuan ini menunjukkan bahwa model RADEC mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hidup, partisipatif, dan berpusat pada peserta didik. Pembelajaran tidak lagi berlangsung secara satu arah, tetapi menjadi ruang interaksi yang memungkinkan siswa membangun pemahaman secara mandiri dan kolaboratif. Penelitian tersebut sekaligus memperkuat pandangan bahwa pembelajaran bahasa Arab pada era modern perlu dikembangkan melalui pendekatan yang mampu mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Keempat kompetensi tersebut merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan peserta didik untuk menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja pada masa mendatang. Melalui publikasi ilmiah ini, Dyiah Alfina berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi para guru bahasa Arab, mahasiswa, akademisi, maupun peneliti yang memiliki perhatian terhadap pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab di Indonesia. Ia juga berharap penelitian tersebut dapat menjadi inspirasi lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Arab, khususnya pada jenjang pendidikan menengah. Keberhasilan publikasi ini semakin melengkapi deretan prestasi yang telah diraih Dyiah Alfina selama menempuh pendidikan. Sebelumnya, Santri Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta tersebut berhasil meraih Juara 1 Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Piala Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta Tahun 2025. Selain itu, ia juga berhasil meraih Juara 3 Tahfidz Putri Tingkat Kota Surakarta, sebuah capaian yang menunjukkan keseriusannya dalam mendalami Al-Qur'an sekaligus mengembangkan kompetensi akademik.
















