Ust Suyadi: Apa Ismail Mu Hari Ini?

JAMBI, Beritategas.com – Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd. Sholat Ied Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 hijriah, di Masjid Baitul Makmur Perumahan Villa Karya Mandiri, Mendalo Darat, Jaluko, Jambi Rabu (27/05/2026) dipimpin oleh Ust. Suyadi, Spd. Mpd. Sholat di mulai pukul 07.00 WiB.

Mengawali khutbah Idul Adha 2026 M/1447 H, khatib Ust Suyadi mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Ilahi rabbi, yang telah melimpahkan nikmat iman dalam hati, nikmat kesehatan dalam jasmani dan ruhani, dan nikmat rezeki, yang terus mengalir setiap hari.

Bacaan Lainnya

Hadirin jamaah sholat Idul Adha yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT), Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada sosok Nabi Agung, yakni Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW) yang selalu menjadi inspirasi, yang selalu kita nantikan syafaatnya di hari akhir kelak nanti.

Khatib juga mengajak kita semua, Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa yang bukan hanya terucap di lisan, tetapi terasa dalam pengorbanan, keikhlasan, dan kepasrahan kepada Allah.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd..
Ma’asyiral muslimin/at Rahimakumullah,
Hari ini kita berkumpul di hari yang mulia yaumun Nahr (Hari raya pengorbanan). Hari raya kepatuhan. Hari raya ketika langit seakan mengajarkan kepada bumi tentang makna cinta yang sejati kepada Allah.

Saudaraku . Mari kita buka kembali lembaran sejarah. Yakni Nabi Ibrahim, sang kekasih Allah, Abul Anbiya (Baapknya para nabi ). Ketika Tua renta baru di karuniakan anak. Dan ketika sang anak beranjak besar, Ibrahim begitu cinta kepada sang anak. Tapi ketika cinta kepada sang anak sedang tinggi-tingginya, saat itulah Ia diuji oleh Allah dengan perintah penyembelihan, hal ini di abadikan Allah dalam Alquran dalam surat Asshafat ayat 102.

فَلَوْب بَلَغَ هَعُ السَّعُ قَبِلَ بأَ أَزَ فِ الْوَيْمِ أَذْبَحُكَ فَبِظُسْ هَذَا حُسَ

Ibrahim berkata kepada anaknya : “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?”

Apa jawaban Ismail? Anak remaja yang saleh, bukan anak zaman now yang susah bangun subuh, sibuk main gadget dan scrolling TikTok.

قبل 600 وبَج افْعَلْ هَب حُنْهَسُ سَخَجِدٌ إِن شُبَءَ اللُّ هِيَ الصّبسِي

“Wahai Ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Ma’asyiral muslimin/at Rahimakumullah,

Ini bukan sekedar dialog. Ini adalah deklarasi cinta kepada Allah. Ibrahim mencintai Allah lebih dari cintanya kepada sang anak, dan Ismail mencintai Allah lebih dari cintanya kepada nyawanya.

Jamaah sholat I’d Rahimakumullah…
Sudah sering kita melaksanakan ibadah qurban, namaun kita mungkin masih gamang atau bahkan belum tahu makna qurban yang sebenarnya.

Qurban berasal dari kata Qurbanun
Ma’na Qurbananun: sangat dekat, sedangkan orang yang berqurban disebut Muqorrobun: orang yang sangat dekat. Dalam surat Al Waqiah
Makna surat: alwaqiah ayat 11

أُوْلَبِكَ الْمُقَرَّبُونَ

Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah), Orang yang berqurban orang berusaha mendekatkan diri kepada Allah sebagi bentuk keimanan meraka sebagaimana keimanan nabi Ibrahim yang diminta untuk mengorbankan putranya Ismail Orang yang berqurban sedang berusaha untuk menjadi terdepan dekat sedekat dekatnya dengan Allah.

Dalam Hadist Nabi
Anjuran bagi yang mampu*
“Barangsiapa memiliki kelapangan rezeki tetapi tidak berqurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami.” 7416
HR. Ibnu Majah, Ahmad. Ini menunjukkan qurban sangat ditekankan bagi yang mampu.

Maka berbahagialah orang orang yang berqurban tahun ini dan berniat untuk berqurban tahun depan.
Bapak Ibu Kaum muslimin dan muslimat jamaah Sholat Idul Adha rohimakumullah
Ada bebrapa Hikmah berqurban.
1. Dalam surat 3: 183

الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ عَهِدَ إِلَيْنَا أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّى يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانِ تَأْكُلُهُ النَّارُ قُلْ قَدْ جَاءَكُمْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِي بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالَّذِي قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

「Surat Ali ‘Imran: 183] (Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api.

“Katakanlah (Muhammad), “Sungguh, beberapa orang rasul sebelumku telah datang kepadamu, (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yang benar.”

Kisah Abu Bakar marah terhadap orang yahudi, yang mengejek umat bakar islam waktu itu abu membacakan surat al baqorah : 245 qordhon hasanah: pinjaman yang baik maka orang yahudi mengatakan bahawa Allah lemah karean memerlukan pinjaman, sehingga abu bakar menampar meraka dan mereka mengadukan kepada Nabi muhammad SAW, maka turunlah ayat ali imron 183, bahwa orang yahudi minta bukti kenabian dg berqurban lalu qurbannya disambar petir dan hilang seperti nabi2 sebelumnya ttp rosul mengatakan sudah banyak nabi yang memberikan bukti tetapi tetap dibunuh juga

2. Al AhQof: 28

فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا عَالِهَةً بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ وَذَلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا نُ يَفْتَرُونَ
[18.36, 29/5/2026] A. Erolflin: [Surat Al-Ahqaf: 28」

Maka mengapa (berhala-berhala dan tuhan-tuhan) yang mereka sembah selain Allah untuk mendekatkan diri (kepada-Nya) tidak dapat menolong mereka? Bahkan tuhan-tuhan akibat kebohongan mereka dan apa yang itu telah lenyap dari mereka; dan itulah dahulu mereka ada-adakan.
Mereka berqurban… tetapi niatnya untuk selain Allah.

Maka kita kita mealkukan qurban dengan niat karena Allah SWT maka:
1. Allah akan melindungi dari segala keburukan.
2. Allah akan menolongnya
3. Al Maidah : 27

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ ءَادَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا ) قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

[Surat Al-Ma’idah: 27] Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”

Cerita tentang Habil dan Qabil;
Habil berqurban dengan yang baik2 sedangkan Qobil yang penting ada qurban, maka yang diterima adalah Qurban Habil, sedangkan Qobil tidak, maka ada syarat bagaimana hewan qurban diterima salahtunya tidak boleh cacat

Kembali ke kisah Nabi Ibrahim AS
Ibrahim tidak diperintah Allah untuk membunuh Ismail. Ibrahim diminta Allah untuk terhadap Ismail. membunuh rasa “memiliki Karena sesungguhnya semua hanyalah titipan Allah SWT. Allah ingin mengajarkan kepada kita: Apa pun yang paling kita cintai didunia ini, jangan sampai lebih kita cintai daripada Allah”

Maka sesungguhnya setiap kita adalah Ibrahim. Dan setiap kita memiliki “Ismail”. Ismail itu mungkin harta yang kita kumpulkan siang malam, hingga melupakan halal dan haram.

Ismail itu mungkin jabatan yang membuat kita lupa sujud dan lupa rendah hati.
Ismail itu mungkin popularitas yang membuat kita haus pujian manusia.
Ismail itu mungkin gelar yang membuat kita merasa paling benar.

Ismail itu mungkin ego yang selama ini kita pertahankan mati-matian.
atau mungkin Ismail itu adalah sesuatu yang sangat kita cintai hingga tanpa sadar mengganti posisi Allah di hati kita.

Atau mungkin… Ismail itu adalah sesuatu yang sangat kita cintai hingga tanpa sadar menggantikan posisi Allah di hati kita.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd.
Hadirin Rahimakumullah…

Coba kita renungkan…
Mengapa Allah memilih Ismail? Karena Ismail adalah sesuatu yang paling dicintai Ibrahim. Dan di situlah ujian keimanan dimulai.

Sebab pengorbanan sejati bukan ketika kita memberikan sesuatu yang tidak kita sukai. Pengorbanan sejati adalah ketika kita rela melepaskan sesuatu yang paling kita cintai demi Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ولِي بَلَ اللَّ لُحُهُبَ لَّ هَبَابٌ 00 لي بل الخ

“Daging-daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Hari ini mungkin kita menyembelih kambing. Mungkin berikutnya kita menyembelih sapi.
Tetapi pertanyaannya…
Apakah ego kita ikut tersembelih?
Apakah kesombongan kita ikut terpotong?
Apakah sifat tamak kita ikut terkurbankan?
Ataukah setelah Idul Adha berlalu, hati kita masih dipenuhi iri, dengki, riya”, dan cinta dunia?

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Kita hidup di zaman ketika manusia begitu takut kehilangan dunia.
Takut kehilangan jabatan.
Takut kehilangan penghasilan.
Takut kehilangan pengaruh.

Takut kehilangan pengakuan manusia.
Tetapi sedikit sekali yang takut kehilangan Allah.
Padahal dunia yang kita banggakan suatu hari akan kita tinggalkan.

Rumah akan ditinggalkan. Kendaraan akan ditinggalkan. Jabatan akan dicabut. Tubuh akan melemah. Dan akhirnya kita akan kembali sendiri menghadap Allah.
Karena itulah Idul Adha datang untuk menyadarkan kita: Janganlah terlalu menggenggam dunia, karena semua hanyalah titipan.

Apa yang hari ini ada ditangan kita, suatu saat akan kembali kepada Pemilik-Nya. Maka Apa yang hari ini ada di tangan kita, suatu kematian, ia sudah belajar melepaskan dunia beruntunglah orang yang sebelum dipisahkan oleh karena Allah.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd.
Jamaah sholat I’d Rahimakumullah…
Idul Adha bukan sekadar perayaan. Ia adalah pelajaran tentang keikhlasan.
Nabi Ibrahim mengajarkan ketaatan. Nabi Ismail mengajarkan kepatuhan. Siti Hajar mengajarkan kesabaran.

Dan ketiganya mengajarkan kepada kita bahwa: Jika Allah sudah menjadi tujuan utama, maka apa pun pengorbanannya akan terasa ringan.

Hari ini mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing:

Apa “Ismail” dalam hidup kita?

Apa yang paling sulit kita lepaskan untuk Allah?
Apa yang selama ini membuat hati kita jauh dari Allah?

Jika kita menemukannya, maka itulah yang harus mulai kita sembelih
Sembelih kesombongan dengan tawadhu”. Sembelih cinta dunia dengan sedekah.
Sembelih ego dengan meminta maaf. Sembelih kemalasan dengan ibadah. Sembelih dosa dengan taubat.

Karena hakikat Idul Adha bukan hanya menyembelih hewan, tetapi menyembelih hawa nafsu agar lahir hati yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang ikhlas. Bukan hanya pandai memiliki, tetapi juga siap melepaskan demi Allah.

Barokallahu li walakum fil Qur’anil Karim Wana fa’ani minal ayaati wadzikril karim, wata qobala min ni wa minkum tilawatuhu innahu huwal ghofururohiim

Akhirnya marilah kita bersama sama dengan penuh keikhlasan menundukkan kepala dengan penuh keikhlasan. Akhirnya marilah kita bersama-sama menengadakan tangan dengan diiringi harapan, memohon ampunan atas segala kekhilapan, dosa-dosa dan kelalaian, baik yang kita lakukan maupun yang telah dilakukan oleh pendahulu serta orang tua kita.
Ya Allah…

Di hari yang mulia ini, jadikanlah hati kami hati yang ikhlas dalam beribadah kepada-Mu. Jauhkan kami dari sifat riya”, sombong, cinta dunia yang berlebihan, dan hati yang lalai mengingat-Mu.

Ya Allah… Jika harta membuat kami jauh dari-Mu, maka sadarkan kami. Jika jabatan membuat kami sombong, maka tundukkan hati kami. Jika dunia membuat kami lalai, maka kembalikan kami ke jalan-Mu.

Ya Allah… Berikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan kepada seluruh jamaah haji yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci. Mudahkan Ya Allah seluruh rangkaian ibadah mereka…

Terimalah haji mereka menjadi haji yang mabrur, yang Engkau ampuni dosa-dosanya, Engkau terima amal ibadahnya, dan Engkau pulangkan mereka ke tanah air dali sehat, selamat, serta penuh keberkahan.
Ya Allah… Bagi kami yang be panggil ke Baitullah, bukakanlah kemampuan untuk kami, agar dapat ibadah haji dan umrah. Panggillah k tamu-tamu-Mu yang Engkau muliakan.

Ya Allah… Jadikan Idul Adh sekadar perayaan, tetapi momentum bagi diri kami. Ya Allah… Lembutka untuk saling memaafkan, saling mer saling mencintai karena-Mu.

Ya Allah… Berkahilah negeri kami Jadikan negeri ini negeri yang aman, d keberkahan, dan dijauhkan dari perpecahan, serta permusuhan.

Ya Allah…Lindungilah saudara-sat kaum muslimin di mana pun mereka sedang tertindas, kelaparan, keta kehilangan tempat tinggal. Berik pertolongan, kekuatan, dan kemenang Mu. Ya Allah… Terimalah amal ib kurban kami, doa-doa kami, dan taubat

Ya Allah… Terimalah amal ibadah kam kami, doa-doa kami, dan taubat kami.
Ya Allah… Akhiri hidup kami dengan husnul khatimah. Wafatkan kami dalam keadaan beriman dan kumpulkan kami bersama Nabi Muhammad di surga-Mu

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1447 Η

Pewarta: A. Erolflin
Editor : Firman

banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *