Embarkasi Yogyakarta Hadirkan Inovasi Layanan Pada Keberangkatan Haji 2026

KULON PROGO, Beritategas.com – Embarkasi Yogyakarta menghadirkan inovasi layanan pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Inovasi layanan ini menjadi yang pertama diterapkan di Indonesia untuk meningkatkan kenyamanan jemaah, terutama lanjut usia (lansia) dan kelompok risiko tinggi (risti).

Inovasi layanan tersebut diterapkan untuk mendukung kenyamanan jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Berbeda dengan embarkasi pada umumnya yang dilaksanakan di asrama haji, Embarkasi Yogyakarta memanfaatkan dua hotel sebagai fasilitas embarkasi dengan sistem layanan terintegrasi. Lebih dari 200 kamar disediakan bagi jemaah dan petugas dengan kapasitas tiga orang per kamar.

Bacaan Lainnya

Ketua PPIH Embarkasi Yogyakarta, Jauhar Mustofa, mengatakan operasional embarkasi di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 11 Tahun 2025.

“Embarkasi Bandara YIA ini adalah mimpi yang menjadi nyata. Ini merupakan perjuangan panjang yang telah diupayakan sejak beberapa tahun lalu. Alhamdulillah, Kementerian Haji dan Umrah memberikan kepercayaan kepada Yogyakarta untuk mengoperasionalkan embarkasi sendiri,” ujar Jauhar saat ditemui, Sabtu (16/05/2026).

Pada musim haji tahun ini, Embarkasi Yogyakarta dijadwalkan melayani 9.320 jemaah dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian wilayah Jawa Tengah. Layanan tersebut berlangsung sejak kloter pertama hingga kloter terakhir, yakni kloter 26, mulai 21 April hingga 21 Mei 2026.

Selain sebagai tempat akomodasi, ballroom dan 11 ruang pertemuan hotel difungsikan sebagai pusat layanan embarkasi. Seluruh proses dilakukan dalam satu lokasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, distribusi paspor dan boarding pass, pembagian alat kesehatan dan living cost, pembagian serta aktivasi kartu nusuk, hingga layanan dari Otoritas Bandara dan Keimigrasian.

Menurut Jauhar, sistem One Stop Service (OSS) tetap menjadi layanan utama embarkasi. Namun, alur layanan dibuat lebih ringkas agar jemaah tidak mengalami kelelahan sebelum keberangkatan.

“Setelah seluruh proses selesai, jemaah dapat langsung menikmati konsumsi yang disediakan dan beristirahat di kamar. Ini kami siapkan agar jemaah, terutama lansia, lebih nyaman dan tidak terlalu lelah,” katanya.

PPIH Embarkasi Yogyakarta juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari akses mobilitas yang lebih mudah, penambahan petugas pendamping, hingga penyediaan kursi roda di titik-titik layanan.

“Kami menyadari hotel ini pada awalnya tidak didesain sebagai embarkasi haji. Karena itu, berbagai penyesuaian dan inovasi layanan terus dilakukan agar seluruh jemaah dapat terlayani dengan baik,” ujar Jauhar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Daerah Istimewa Yogyakarta, Silvia Rosseti, menambahkan bahwa hadirnya Embarkasi YIA diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi jemaah haji.

“Walaupun ini merupakan konsep baru dan pertama di Indonesia, kami meyakini Embarkasi YIA mampu memberikan layanan terbaik demi kenyamanan jemaah,” ujar Silvia.

Ia menambahkan, Embarkasi YIA mengusung tema “Menuju Tanah Suci dari Tanah Jogja Istimewa” sebagai semangat pelayanan yang ramah, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.

“Kami berharap jemaah dapat merasakan pelayanan yang hangat dan nyaman sejak berada di embarkasi hingga berangkat menuju Tanah Suci,” tambahnya.

Salah satu kloter yang dilayani melalui model ini adalah Kloter 21 yang diberangkatkan menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, menggunakan penerbangan GIA 6521 pada 16 Mei 2026 pukul 06.40 WIB. Kloter tersebut terdiri atas 355 jemaah dan 5 petugas yang berasal dari Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo.

Dari total jemaah Kloter 21, sebanyak 235 orang masuk kategori risiko tinggi dan 90 di antaranya merupakan jemaah lansia. Karena itu, penerapan layanan berbasis hotel dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan jemaah mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Sejumlah jemaah mengaku merasa nyaman dengan layanan embarkasi berbasis hotel karena proses layanan dilakukan dalam satu lokasi dan waktu istirahat menjadi lebih optimal sebelum keberangkatan.

“Kami berharap jemaah dapat merasakan layanan yang lebih nyaman, sehingga mereka bisa menjalankan ibadah haji dengan lebih tenang dan khusyuk,” tandas Silvia./AE

Sumber https://haji.go.id
Editor: Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses