Diduga, SMP Negeri 8 Muaro Jambi Tak Indahkan Himbauan Protokol Covid-19

  • Whatsapp

MUARO JAMBI – Penjaringan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri 8 Desa Kasang Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi sebanyak 224 siswa atau sekitar 7 kelas. Dimana dalam satu kelas hanya boleh diisi dengan 32 siswa sesuai sistem yang telah ditetapkan oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Adapun PPDB SMP Negeri 8 Muaro Jambi dengan kuota penerimaan siswa baru sebagai berikut : untuk jalur Zonasi sekira 85%, Prestasi sekira 10%, Perpindahan tugas atau mutasi dinas orang tua (Mutasi Dinas) sekira 5% dan Khusus sekolah daerah perbatasan dengan Kota Jambi dengan kuota maksimal 5%.

Bacaan Lainnya

Namun, cukup disayangkan SMP Negeri 8 Muaro Jambi ini dalam tinjauan langsung di lapangan, diduga sama sekali tidak mengindahkan protokol kesehatan dalam pemutusan mata rantai Covid-19, contohnya; tidak memasang spanduk atau atribut berisi himbauan di pintu masuk lingkungan sekolah.

Selain itu, untuk penyediaan cuci tangan jauh terletak di belakang halaman sekolah. Dan PPDB tersebut juga dilaksanakan dengan kerumunan tanpa memperhatikan jarak atau social distancing.

Sementara Sebagaimana arahan Bupati Muaro Jambi, Hj. Masnah Busyro melalui Sekretaris Daerah, M.Fadhil Arief selaku wakil gugus percepatan penanganan Covid-19 kepada masyarakat Kabupaten Muaro Jambi khusus areal pendidikan menyebutkan, bahwa diwajibkan memperhatikan himbauan dari Kementerian Kesehatan dalam percepatan penanganan Covid-19, pihak Institusi pendidikan harus menaati dan melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Untuk mengetahui sejauh mana sanksi yang akan diberikan dan langkah apa yang akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi terhadap sekolah (SMPN,red) yang tidak menaati himbauan percepatan penanganan Covid-19 di lingkungan sekolah, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah(SMP), Kasypul saat diminta keterangannya pada Sabtu,(04/07/2020) melalui WhatsAppnya tertulis,”Akn km adakan pmbinaan..skolah d wjibkan utk mmnuhi prtkol ksehatan..scr brtahap bgi Yg blm utk sgera mlngkapi trmsuk spnduk dan klngkapan lainnyo..

(“Akan kami adakan pembinaan. Sekolah diwajibkan untuk memenuhi protokol kesehatan. Secara bertahap bagi yang belum untuk segera melengkapi termasuk spanduk dan kelengkapan lainnya”)

lebih lanjut, Kasypul menambahkan,”Yo ver sm..smua skolah sdh d ingatkan..km jgo blm mulai blajar dan blm tntu jgo kpn bljarnyo..skrg mmg msh prsiapan klngkapan prtkol kshatan..msh nggu pmrintah ngsh lmpu hijau..mksh infonyo bg ver..

(“Ya, Ver sama, semua sekolah sudah diingatkan. Kami juga belum mulai belajar. Sekarang memang masih persiapan kelengkapan protokol kesehatan. Masih menunggu pemerintah ngasih lampu hijau. terima kasih infonya bang ver,”). (Harvery. S. Psi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan