Diduga Akibat Tutupan Hutan Berkurang, Jambi Rawan Bencana Ekologi

  • Whatsapp

JAMBI – Tahun 2020 diduga Jambi mengalami kehilangan tutupan hutan sekitar 2 persen dari hutan yang tersisa sekitar 882,272 hektar.

Hal ini berdasarkan informasi dan data diketahui dari Analisis Citra Satelit Landsat TM 8 yang dilakukan Tim Geographic Information System (GIS) Komunitas Konservasi Indonesia WARSI.

Dikatakan oleh Direktur Komunitas Konservasi Indonesia (KKI), Rudy Syaf, dibandingkan dengan data dalam 10 tahun terakhir, kehilangan hutan ini jauh lebih rendah,” katanya. Jumat 18/12/2020).

Menurut Dia, hal tersebut menunjukkan bahwa hutan Jambi sudah sangat sedikit sehingga yang tersisa hanyalah dan nyaris di kawasan konservasi dan lindung saja.

“Kehilangan hutan Jambi sebanyak 2 persen itu tetap terjadi dan berkemungkinan diakibatkan adanya peningkatan lajunya illegal logging dan penambangan emas ilegal atau tambang emas tanpa izin yang telah semakin jauh masuk ke dalam hutan,” sebutnya.

Masih kata Rudy Syaf, dengan menurunnya tutupan hutan tersebut,”tentunya akan berdampak dan menjadikan Provinsi Jambi rawan terhadap bencana ekologi,” tutupnya.

Reporter : Harvery
Editor : Firman

Pos terkait

banner 300600banner 300600

Tinggalkan Balasan