MADINAH, Beritategas.com — Bagi jemaah haji Indonesia yang baru tiba di Tanah Suci, koper adalah salah satu barang yang paling dinanti. Setelah perjalanan panjang dari Tanah Air menuju Madinah, sampainya koper ke tangan jemaah menjadi bagian penting dari rasa tenang sebelum mereka melanjutkan perjalanan ibadah.
Namun, di balik sampainya koper tersebut, ada kerja panjang para petugas haji yang menjalankan tugas sebagai Bagasi Checker di area baggage zone Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Mereka memastikan setiap koper jemaah terpantau, terhitung, dan masuk ke dalam alur distribusi menuju kendaraan pengangkut hingga sampai ke akomodasi jemaah.
Salah satu petugas haji tusi Bagasi Checker, Robby, mengatakan bahwa tugas pengawasan bagasi membutuhkan konsentrasi tinggi, terutama ketika jadwal kedatangan jemaah berlangsung padat.
“Tantangannya cukup besar, apalagi kalau kloter yang datang bisa 3 sampai 4 kloter. Biasanya di area baggage zone akan dibuka dua gate, jadi kami harus benar-benar fokus dan teliti. Karena pergerakan koper sangat banyak dan semuanya harus tetap termonitor,” ujar Robby di Madinah.
Menurutnya, pada saat beberapa kloter tiba dalam waktu berdekatan, petugas harus membagi perhatian pada dua titik gate yang aktif. Dalam kondisi seperti itu, ketelitian menjadi kunci agar koper jemaah tidak tertukar, terlewat, atau keluar dari alur pemantauan.
“Kalau dua gate dibuka, konsentrasi harus penuh. Kami harus melihat pergerakan koper, mencocokkan jumlah, dan memastikan koper masuk ke jalur yang benar. Kami benar-benar memantau setiap proses,” jelasnya.
Selain tantangan jumlah kedatangan kloter, kondisi cuaca dan lokasi tunggu juga menjadi bagian dari dinamika lapangan. Robby menyebut, cuaca Madinah yang cukup berangin membuat area kerja di luar ruangan terasa lebih menantang. Terlebih, tempat tunggu petugas berupa tenda terbuka tanpa penutup penuh, seperti tenda bazaar.
“Cuaca di Madinah ini cukup berangin. Tempat kami menunggu juga berupa tenda yang terbuka, jadi memang kondisi fisik harus prima. Petugas bagasi checker harus siap dengan kondisi lapangan seperti itu,” katanya.
Meski demikian, Robby menegaskan bahwa seluruh petugas tetap menjalankan tugas dengan solid. Koordinasi antarpetugas haji Indonesia berjalan baik, termasuk dengan para carrier atau yang biasa disebut ummal, yaitu para pekerja yang membantu membawa bagasi ke mobil pengangkut.
Menariknya, para ummal tersebut berasal dari berbagai negara. Hal ini membuat suasana kerja di baggage zone terasa beragam dan dinamis. Komunikasi banyak dilakukan dalam bahasa Inggris, sehingga petugas Indonesia juga terbantu dalam proses koordinasi di lapangan.
“Di sini kami berkoordinasi dengan carrier atau ummal dari berbagai negara. Jadi komunikasinya banyak menggunakan bahasa Inggris. Bisa dibilang, di sini kami bisa berkomunikasi dengan lancar dengan vibes mancanegara,” ungkap Robby.
Ia menambahkan, hubungan kerja di area baggage zone tidak hanya sebatas koordinasi tugas. Di sela padatnya aktivitas kedatangan jemaah, para petugas juga salat berjamaah, bercengkerama, dan saling membantu satu sama lain.
“Kami di sini salat berjamaah, ngobrol, bercengkerama, dan saling bantu. Walaupun berasal dari negara yang berbeda-beda, semuanya bekerja sama demi kelancaran kedatangan jemaah,” ujarnya.
Robby mengatakan, kekompakan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat proses pengawasan dan distribusi bagasi dapat berjalan dengan baik. Setiap pihak memahami perannya masing-masing, mulai dari petugas haji, carrier, hingga pihak terkait di area bandara.
“Tim bagasi checker semuanya solid. Koordinasi berjalan baik, dan masing-masing sudah tahu apa yang harus dilakukan. Jadi ketika ada kendala di lapangan, bisa langsung dikomunikasikan dan diselesaikan,” jelasnya.
Menurut Robby, secara umum proses pengawasan bagasi jemaah berjalan lancar dan terkendali. Kendala di lapangan memang selalu ada, mulai dari padatnya kedatangan, banyaknya koper, hingga kondisi cuaca. Namun, seluruhnya dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama tim.
“Alhamdulillah, sejauh ini semuanya lancar dan terkendali. Terlepas dari kendala-kendala yang ada, semuanya bisa teratasi dengan baik. Yang penting kami tetap fokus, saling koordinasi, dan menjaga alur bagasi jemaah,” tuturnya.
Baginya, tugas sebagai Bagasi Checker adalah bagian dari pelayanan yang tidak selalu terlihat, tetapi sangat penting bagi kenyamanan jemaah. Sebab, ketika koper sampai dengan baik, jemaah dapat lebih tenang untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menjalankan ibadah.
“Bagi kami, yang penting koper jemaah bisa sampai sesuai alurnya. Kalau jemaah sudah menerima barang bawaannya dengan baik, mereka bisa lebih tenang. Itu yang menjadi semangat kami di lapangan,” kata Robby.
Di tengah angin Madinah, tenda terbuka, dan padatnya arus kedatangan, para petugas Bagasi Checker terus berdiri di garis layanan.
Dari balik deretan koper yang bergerak dari baggage zone menuju kendaraan pengangkut, ada kerja teliti, koordinasi lintas negara, dan semangat pelayanan agar jemaah haji Indonesia dapat memulai ibadah dengan rasa aman dan nyaman./AE
Sumber https://haji.go.id/
Editor: Firman















