Beliau berkata,
“Aku masih punya hutang puasa Ramadlan. Tetapi aku belum membayarnya sehingga tiba bulan Sya’ban, barulah kubayar, berhubungan dengan kesibukanku bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Muslim No. 1146).
Keempat: Memperbanyak Tilawah Al-Quran
Selayak hati manusia yang perlu terus disiram agar tidak kering dan tandus, para sahabat nabi pun menyambut Ramadhan dengan terus menjaga hati mereka agar tidak tandus. Sebab, tandusnya hati tidak akan mampu menumbuhkan benih yang disemai.
Oleh karena itu, menurut ustadz Sadam, menjaga hati agar terus subur menjadi hal yang penting untuk diperhatikan agar benih-benih iman yang disemai di atasnya dapat tumbuh subur hingga berbuah lebat.
Salah satu amalan yang dikerjakan oleh para sahabat untuk menjaga supaya hati mereka terus subur sebelum memasuki bulan Ramadhan adalah dengan memperbanyak tilawah al-Quran.
Selain itu, di bulan Sya’ban kaum muslimin pada saat itu juga berbondong-bondong menghitung lalu mengeluarkan zakat mal dari harta masing-masing. Sebagai bentuk rasa persaudaraan saling peduli terhadap kaum fakir supaya mereka bisa sama-sama menjalani bulan Ramadhan dengan kecukupan rezeki.
Bapak/ibu rahimakumullah.
Demikian perjumpaan kita dikesempatan ini dengan ustazd Sadam, Semoga pengetahuan tentang bagaimana persiapan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyambut Ramadhan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua dalam memuliakan bulan Ramadhan yang sudah di depan mata.
Semoga Allah subhanahu wata’ala mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan di tahun ini dalam kondisi sehat, kuat iman, kuat fisik, dan kecukupan rezeki.
Aamiin Allahumma Aamiin
Pewarta: A.Erolflin
Editor: Firman










