Apa saja yang dipersiapkan oleh para sahabat Nabi dalam rangka menyambut bulan Ramadhan?
Pertama: Memperbanyak Doa
Kekhawatiran seorang muslim yang paling besar terkait amalannya adalah kekhawatiran ketika Allah tidak menerima amalannya.
Salah satu cara untuk mengobati kekhawatiran itu tentunya adalah dengan memperbagus pelaksanaan amalannya, mulai dari niat hingga amalan berakhir.
Di luar rangkaian pelaksanaan amalan tersebut, ada satu hal lagi yang perlu dilakukan untuk memosisikan agar amalan itu dilihat oleh Allah sebagai sebuah ibadah yang layak dibalas dengan pahala. Apa itu ? Doa.
Mu’alla bin al-Fadhl mengatakan,
“Sejak enam bulan sebelumnya, para salaf berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan Ramadhan. Demikian pula, selama enam bulan setelah Ramadhan berlalu, mereka juga berdoa agar ibadah Ramadhan diterima Allah.” (Mawarid adz-Dzam’an li ad-Durus az-Zaman, Abdul Aziz as-Salman, 1/338).
Salah seorang ulama salaf, Yahya bin Abi Katsir, selalu melangitkan doa ini menjelang Ramadhan tiba.
“Ya Allah, sampaikanlah aku pada bulan Ramadhan, dan sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amalanku pada bulan itu.” (Mawarid adz-Dzam’an li ad-Durus az-Zaman, Abdul Aziz as-Salman, 1/338).
Kedua: Mengekspresikan Kebahagiaan
Sinar kebahagiaan mereka adalah pancaran iman terhadap firman Allah subhanahu wata’ala,
“Katakanlah (Muhammad), ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58).
Ketiga: Menyelesaikan Tanggungan Puasa Ramadhan Sebelumnya
Para sahabat Nabi berusaha semaksimal mungkin dalam menyambut Ramadhan. Seluruh beban yang dapat mengganggu suasana khidmat ibadah di bulan Ramadhan, mereka upayakan penyelesaiannya sebelum memasuki bulan tersebut.
Salah satu perkara yang mereka selesaikan sebelum Ramadhan tiba adalah qadha’ puasa Ramadhan tahun sebelumnya yang sempat tertunda karena uzur syar’i seperti safar, sakit, haidh, nifas, dan uzur syar’i semisalnnya.
Adalah ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha yang hanya memiliki kesempatan untuk qadha’ puasa Ramadhan tahun sebelumnya di bulan sya’ban.










