Perjuangan 3 Jam Setiap Pekan, Berbuah Manis: Dedi Aribowo Jadi Cumlaude FKIP UNJA

JAMBI, Beritategas.com – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Administrasi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi (UNJA), kembali mencetak prestasi membanggakan pada Wisudawan ke-122. Dedi Aribowo berhasil menjadi salah satu mahasiswa cumlaude dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 dalam Rapat Terbuka Senat UNJA Wisuda ke-122 yang berlangsung di Gedung Balairung Pinang Masak UNJA, Mendalo, pada Sabtu (14/02/2026).

Dedi lahir di Musi Banyuasin, Pelembang, Provinsi Sumatra Selatan pada 17 Oktober 2002. Ia berasal dari keluarga dengan latar belakang pendidikan sederhana. Meski demikian, Dedi memiliki tekad kuat untuk membanggakan kedua orang tuanya.

Bacaan Lainnya

“Keluarga saya bukan dari kalangan berpendidikan tinggi, beliau hanya lulusan sekolah dasar (SD). Namun, saya bertekad untuk membanggakan mereka agar keluarga kami ada yang mengenyam pendidikan tinggi,” ujar Dedi Aribowo.

Dedi merupakan lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknologi Penerbangan Indonesia Jambi tahun 2021. Setelah lulus, ia tidak langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena kendala pribadi. Ia baru memulai perkuliahan pada 2022 melalui jalur mandiri.

“Setelah lulus SMK, saya tidak langsung mendaftar kuliah, ada kendala. Saya baru masuk kuliah pada tahun 2022 dengan jalur mandiri,” jelas Dedi Aribowo.

Selama menempuh pendidikan, Dedi berhasil menyelsaikan studi dalam waktu 3 tahun 5 bulan dengan IPK 3,98. Ia mengungkapkan bahwa Prodi Administrasi Pendidikan merupakan pilihan pertamanya karena Ia tertarik dengan manajemen pendidikan.

“Berdasarkan data di SIAKAD, masa studi saya tercatat 3 tahun 5 bulan dengan IPK 3,98. Administrasi Pendidikan menjadi pilihan pertama saya karena saya tertarik dengan manajemen yang baik dan benar, baik manajemen waktu atau yang bersangkutan dengan pendidikan,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan bahwa meraih predikat Cumlaude bukanlah hal yang mudah. Setiap pekan, Dedi harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam untuk pulang ke kampung halaman demi membantu orang tua. Selain itu, ia juga beradaptasi kembali dengan ritme belajar setelah sempat vakum selama satu tahun.

“Sejujurnya, tidak mudah sampai pada titik ini. Saya membutuhkan doa dan usaha untuk meraih semua ini. Selama perkuliahan, setiap minggu saya harus menempuh tiga jam perjalanan ke kampung halaman untuk membantu orang tua. Di awal perkuliahan, saya juga harus menyesuaikan kembali kebiasaan belajar setelah sempat jarang belajar,” jelas Dedi.

Dedi pun berpesan kepada mahasiswa UNJA yang sedang berjuang agar terus semangat meraih mimpi.

“Untuk mahasiswa UNJA yang sedang berjuang, terus semangat, jangan lupa berdoa, dan kuatkan tekad untuk menggapai apa yang kamu inginkan,” pesannya.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa latar belakang pendidikan keluarga bukan penghalang untuk berpendidikan tinggi. Dengan tekad yang kuat serta dukungan doa dari keluarga, Dedi Aribowo berhasil menuntaskan pendidikannya dengan hasil membanggakan. Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berjuang serta tidak menyerah dalam menghadapi setiap tantangan perkuliahan.

Kunjungi: www.unja.ac.id

Pewarta : A.Erolflin
Editor : Firman

banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *