Allah berfirman :
وَلَوْ تَرٰۤى اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَا كِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَاۤ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَا رْجِعْنَا نَعْمَلْ صَا لِحًـا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ
Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin. (QS. As-Sajdah 12)
Ayat-ayat yang semisal ini sangat banyak. Orang kafir ingin dikembalikan ke dunia supaya bisa beramal. Tapi tentu ini omong kosong. Tidak mungkin akan kembali ke dunia. Ini pelajaran penting. Dunia adalah ladang amal untuk akhirat.
Kalau orang tidak mau beramal untuk akhirat maka dia tidak akan mendapat apa-apa, bahkan malah mendapatkan siksa. Jadi mari mumpung masih ada kesempatan beramal di dunia ini kita gunakan sebaik-baiknya.
Ketiga : Menyesal tidak taat ada Allah dan Rasulnya.
Penghuni neraka juga menyesali karena sewaktu di dunia tidak taat kepada Alloh dan Rosul-Nya. Sebagaimana Allah firmankan:
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا
Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami ta’at kepada Allah dan ta’at (pula) kepada Rasul. (QS Al Ahzab: 66)
Di dalam ayat yang lain Allah swt berfirman :
وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا
Dan mereka berkata: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta’ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar (QS Al Ahzab: 67).
Mereka menyesal kenapa dulu tidak taat pada Allah dan RasulNya. Tetapi malah mengutamakan mengikuti pembesar atau pemimpin mereka meskipun di atas kesesatan.
Fanatik dengan kelompok atau golongannya padahal jelas-jelas menyelisihi Allah dan RasulNya. Menyelisihi Al Qur’an dan menyelisihi hadits. Jadi sebelum terlambat, mari benar-benar ikuti Allah dan RasulNya. Kita tempatkan dan ikuti Al Qur’an dan As-Sunnah diatas segalanya.
Keempat : Menyesal Salah Pilih Teman ternyata teman akrabnya membawanya ke dalam neraka.
Mereka berkata, kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan itu menjadi teman akrab. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al qur’an ketika al qur’an itu telah datang kepadaku.
Demikian pertemuan dengan Ust. Sadam Husen semoga kita dapat menjaga iman dan kita tidak termasuk orang-orang yang menyesal di akhirat nanti. Amiin.
Redaksi Beritategas.com berkomitmen menghadirkan kajian-kajian yang bisa jadi bekal buat mempertebal iman dan menjaga langkah kita agar tetap di jalan yang diridhai-Nya. Silakan kunjungi Beritategas.com selalu.
Pewarta: A. Erolflin
Editor : Firman
















