JAMBI, Beritategas.com – Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA) menggelar Workshop Kurikulum Jurusan Teknologi Pertanian Berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Gedung Unifac Universitas Jambi, Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (24/7/2026) ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kurikulum agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan pendidikan tinggi.
Workshop menghadirkan Dr. Ir. Elisa Anggraeni, S.TP., M.Sc. dari IPB University sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti pimpinan jurusan, pengelola program studi, dosen, serta Kepala dan unsur Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNJA.
Berbagai materi yang dibahas meliputi penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), capaian pembelajaran lulusan, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga sistem evaluasi pembelajaran.
Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNJA, Prof. Dr. Fitry Tafzi, S.TP., M.Si., mengatakan workshop ini menjadi momentum bagi jurusan untuk memperoleh masukan dan praktik baik dari IPB University sebagai salah satu perguruan tinggi yang telah menerapkan kurikulum berbasis OBE.
“Kami berharap memperoleh berbagai masukan dari narasumber, khususnya terkait praktik baik dalam penyusunan kurikulum, termasuk penerapan pembelajaran berbasis proyek yang tetap selaras dengan penyelesaian skripsi mahasiswa. Semoga hasil workshop ini dapat menjadi acuan dalam penyempurnaan kurikulum Program Studi Teknologi Industri Pertanian,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Elisa Anggraeni menjelaskan bahwa kurikulum berbasis OBE harus disusun dengan berorientasi pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Seluruh proses pembelajaran, mulai dari mata kuliah, RPS, hingga asesmen, harus dirancang untuk mendukung ketercapaian kompetensi lulusan secara terukur.
“Tujuan utama kurikulum berbasis OBE adalah memastikan setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas terhadap capaian pembelajaran lulusan. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa evaluasi kurikulum perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, perubahan pola belajar mahasiswa dan perkembangan teknologi menjadi tantangan yang harus direspons melalui penyempurnaan proses pembelajaran.
“Evaluasi kurikulum tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan mutu. RPS yang disusun pada awal semester perlu dievaluasi pada akhir semester untuk memastikan ketercapaian pembelajaran. Tidak semua capaian pembelajaran harus muncul pada setiap mata kuliah, tetapi seluruh mata kuliah harus saling mendukung dalam membentuk kompetensi lulusan yang utuh,” ungkap Dr. Elisa.
Melalui workshop ini, Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNJA berharap penyempurnaan kurikulum dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu menghasilkan proses pembelajaran yang lebih berkualitas serta lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Kunjungi:
UNJA
Pewarta: A.Erolflin
Editor : Firman






