ACEH BARAT, Beritategas.com – Muhammad Fadli Muslimin, M.A. dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh berpartisipasi dalam International Research Symposium: Sensing Space, Ritual & Economy yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia pada 27–28 April 2026 di Depok. Dalam forum ini, ia mempresentasikan kajian tentang Bloh Apui sebagai bagian dari pembahasan relasi antara ruang, ritual, serta dinamika sosial dan ekonomi dalam kebudayaan.
Simposium tersebut menghadirkan akademisi dari berbagai institusi nasional dan internasional dengan beragam kajian yang mencerminkan luasnya spektrum penelitian budaya.
Pada sesi presentasi, Muhammad Fadli Muslimin membawakan paparan berjudul “Rituals in the Performing Arts: The Structure and Function of Bloh Apui, West Aceh.” Melalui kajian ini, ia memperkenalkan praktik budaya lokal Aceh Barat ke dalam diskursus akademik internasional.
Ia menjelaskan bahwa Bloh Apui tidak hanya hadir sebagai seni pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Tradisi ini hidup dan diwariskan secara berkelanjutan di Aceh Barat, khususnya di Kecamatan Samatiga.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta mengajukan pertanyaan kritis terkait eksistensi Bloh Apui, termasuk kaitannya dengan tradisi manuskrip Aceh serta dampak penetapannya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
Diskusi ini menyoroti pentingnya memastikan bahwa pengakuan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Fadli Muslimin menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan Bloh Apui. Menurutnya, perhatian dan keterlibatan masyarakat membuka peluang bagi pengembangan tradisi ini, baik dalam aspek sosial, budaya, maupun ekonomi.
Riset yang dilakukan oleh Muhammad Fadli Muslimin merupakan bagian dari inisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat yang bermitra dengan akademisi ISBI Aceh. Kolaborasi ini bertujuan menghasilkan kajian ilmiah tentang Bloh Apui sebagai bahan pengusulan penetapannya sebagai Warisan Budaya tak Benda Indonesia (WBTBI) hingga akhirnya ditetapkan sebagai WBTB dari Aceh Barat.
Presentasi dalam forum internasional ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan Bloh Apui ke khalayak yang lebih luas.
“Kami atas nama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat sangat mengapresiasi atas langkah yang dilakukan oleh bapak Muhammad Fadli Muslimin yang membawa hasil kajian bloh apui ke dalam forum internasional” tambah Teuku Putra Azmisyah, SE. selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat. Jumat (1/5/2026).
Sementara itu, Tgk. Marzuki HS, maestro Bloh Apui yang berdomisili di Gampong Leukeun, Aceh Barat, juga menyampaikan apresiasi atas upaya memperkenalkan tradisi tersebut ke tingkat internasional. Ia juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak, termasuk kegiatan dokumentasi, pendataan, dan penelitian, dalam memperkuat upaya pelestarian.
Melalui partisipasi ini, Bloh Apui tidak hanya diperkenalkan sebagai warisan budaya lokal, tetapi juga diposisikan sebagai praktik budaya yang relevan untuk dikaji dalam konteks global. Upaya ini diharapkan dapat memperluas pengakuan sekaligus memperkuat keberlanjutan tradisi di tengah masyarakat.
Pewarta : Muhibbul Jamil
Editor : Firman












