JAMBI, Beritategas.com – Universitas Jambi (UNJA) kembali mengukuhkan salah satu akademisinya, Prof. Dr. Mohamad Muspawi, S.Pd.I., M.Pd.I., sebagai Guru Besar dalam bidang Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan pada Program Studi Administrasi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNJA. Pengukuhan dilaksanakan di Balairung Pinang Masak, Kampus UNJA Mendalo, pada Selasa (10/02/2026), lalu.
Perjalanan hidup Prof. Muspawi berakar dari latar belakang keluarga sederhana di Kabupaten Sarolangun. Dengan keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan pada masa itu, orang tuanya tetap menanamkan semangat belajar dan kepercayaan bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk mengubah masa depan.
Pendidikan dasar hingga menengah ditempuhnya melalui jalur pesantren, sebelum melanjutkan studi S1, S2, hingga S3 di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Nilai religius, kedisiplinan, serta semangat pantang menyerah menjadi prinsip hidup yang terus dipegang sejak kecil.
Kebiasaan untuk tidak menunda pekerjaan dan menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab membentuk karakter akademiknya hingga saat ini.
Prof. Muspawi mencapai gelar Profesor ini dalam waktu 16 tahun 10 bulan, yang mana SK CPNS saya keluar 1 Desember 2008 dan SK Profesor saya keluar 1 Oktober 2025 di usia saya menjelang 44 tahun.
Dalam sambutannya, Prof. Muspawi mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa jabatan guru besar merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Bagi saya ini adalah sebuah amanah, sebuah titipan dari Allah SWT yang tentu pertama saya harus bersyukur, kemudian saya harus mendayagunakannya untuk kebaikan-kebaikan. Jadi ini tentunya anugerah yang boleh dikatakan tidak semua orang juga bisa sampai ke titik ini. Ketika saya diberikan amanah ini maka memang ini harus benar-benar saya jaga sebaik-baiknya,” ujar Prof Muspawi
Dalam proses meraih jabatan guru besar, Prof. Muspawi aktif dalam berbagai kegiatan akademik, seperti penelitian dan kolaborasi ilmiah.
Salah satu capaian penting yang mendukung pengajuan guru besar adalah keberhasilannya mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q2. Menurutnya, proses tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari tuntutan publikasi, revisi berulang, hingga pengorbanan waktu dan tenaga.
“Memang butuh proses yang cukup berliku dan cukup panjang. Kurang lebih satu tahun mulai dari penelitian sampai terbit dan ada serangkaian revisi, cukup menguras energi tetapi juga asik. Kita sambil juga belajar dari masukan-masukan reviewer. Hal itu kita jadikan sebagai pelajaran untuk berikutnya, sebagai acuan untuk berkarya berikutnya,” tambah Prof Muspawi.
Selain menjalankan peran sebagai akademisi, Prof. Muspawi juga aktif dalam kegiatan sosial, adat, dakwah, serta olahraga. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara tugas akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
“Saya boleh dikatakan banyak kehobian, di tengah masyarakat saya hobi juga di bidang adat, saya termasuk kader lembaga belajar adat, kelompok belajar adat di tempat saya tinggal, sekaligus sebagai pengurusnya. Saya juga beberapa kali diberi amanah untuk sebagai petugas lapangan dalam proses-prosesi adat. Di satu sisi saya juga hobi olahraga,” ucap Prof Muspawi.
Prof. Muspawi berharap kehadiran guru besar di UNJA dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Provinsi Jambi. Ia juga berpesan kepada generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
Kunjungi: www.unja.ac.id
Pewarta : A.Erolflin
Editor : Firman






