JAMBI, Beritategas.com – Universitas Jambi (UNJA) kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Reno Fito Adiputra, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), berhasil meraih Terbaik 3 dalam Penganugerahan Duta Bahasa Provinsi Jambi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Provinsi Jambi. Puncak penganugerahan digelar di Hotel Aston Jambi pada (5/5/2026).
Ajang ini diikuti oleh ratusan pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jambi dan melalui serangkaian seleksi yang ketat, mulai dari seleksi administrasi, tes keterampilan berbahasa, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), hingga penilaian wicara publik, presentasi krida, dan wawancara. Dari seluruh peserta, hanya 20 finalis yang lolos ke tahap akhir sebelum pemenang diumumkan pada malam puncak penganugerahan.
Keikutsertaan Reno dalam ajang ini didorong oleh kepeduliannya terhadap kelestarian bahasa daerah yang ia nilai semakin terancam seiring memudarnya identitas kebahasaan di kalangan generasi muda.
“Motivasi saya mengikuti Duta Bahasa karena bahasa harus selalu dilestarikan, khususnya bahasa daerah yang menjadi identitas dan budaya setiap individu. Saat ini banyak generasi muda yang tidak menunjukkan identitas daerahnya, dan hal ini dapat membuat bahasa daerah menjadi punah. Saya ingin menjadi salah satu orang yang mampu mengajak dan melestarikan bahasa daerah, khususnya yang ada di Provinsi Jambi,” ungkap Reno.
Dalam mempersiapkan diri, Reno mengumpulkan data dan kasus dari media sosial untuk memperkuat argumen di sesi wicara publik, di mana ia dan rekannya membawakan tema pentingnya UKBI sebagai standar penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan dunia kerja. Ia juga membekali diri untuk menghadapi sesi wawancara yang mencakup lima bidang sekaligus: pengetahuan umum, kemampuan berbahasa asing, bahasa dan kesastraan, kepemudaan, serta psikologi.
“Setiap persiapan dilalui dengan memahami materi secara mendalam serta percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.
Reno mengakui bahwa sesi presentasi krida menjadi tantangan paling berkesan, di mana para finalis dituntut merancang dan memaparkan program unggulan berbasis budaya dan tradisi daerah secara berkelompok di hadapan dewan juri.
“Tantangan paling berkesan adalah saat Presentasi Krida. Wawancara pun tetap menegangkan meski dilaksanakan setelah wicara publik dan krida. Rasa deg-degan tetap ada,” ceritanya.
Selama mengikuti rangkaian seleksi, Reno mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Akademiknya, Desy Susanti, M.Pd., yang senantiasa memberikan doa, semangat, dan arahan agar Reno tetap menjaga keseimbangan antara kegiatan kompetisi dan tanggung jawab perkuliahan. Bagi Reno, pencapaian ini bukan sekadar gelar, melainkan buah dari dukungan orang-orang terdekat dan dorongan untuk terus berkembang.
“Bersyukur, karena setiap langkah yang saya lalui didukung oleh orang tua, keluarga, dan teman-teman. Pencapaian ini menjadikan saya harus terus berkembang, belajar, dan menambah wawasan di dunia kebahasaan,” tuturnya.
Dosen Pembimbing Akademik Reno, Desy Susanti, M.Pd., senantiasa memberikan doa, semangat, serta arahan kepada Reno selama mengikuti rangkaian seleksi. Beliau juga mengingatkan Reno untuk tetap menjaga keseimbangan waktu antara kegiatan kompetisi dan tanggung jawab perkuliahan.
Bagi Reno, pencapaian ini bukan sekadar gelar, melainkan cerminan dari dukungan orang-orang terdekatnya dan dorongan untuk terus berkembang.
“Bersyukur, karena setiap langkah yang saya lalui didukung oleh orang tua, keluarga, dan teman-teman. Pencapaian sebagai Terbaik 3 ini menjadikan saya harus terus berkembang, belajar, dan menambah wawasan di dunia kebahasaan,” ujar Reno.
Ke depannya, sebagai Duta Bahasa Provinsi Jambi, Reno berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan UNJA dan berkontribusi sesuai dengan kemampuan yang ia miliki. Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika UNJA untuk bersama-sama menerapkan semangat Trigatra Bangun Bahasa: utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan Bahasa Daerah, dan kuasai Bahasa Asing. Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNJA lainnya untuk berani melangkah dan turut mengharumkan nama almamater di berbagai ajang.
Kunjungi:
UNJA
Pewarta: A.Erolflin
Editor : Firman












