Kolaborasi FH UNJA–Sungai Penuh: Perkuat SDM hingga Kepemimpinan di Tengah Dinamika Politik

JAMBI, Beritategas.com – akultas Hukum (FH) Universitas Jambi (UNJA) menggelar Kuliah Umum dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan tema “Membangun Kota, Merawat Amanah: Seni Kepemimpinan di Tengah Dinamika Politik Modern”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium Lt. 3, Gedung Unifac UNJA Mendalo, pada Kamis (30/04/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UNJA,Prof. Helmi, Dekan Fakultas Hukum, Dr. Hartati, S.H., M.H., para Dekan dan Wakil Dekan dilingkungan UNJA, Kepala Biro, Ketua Lembaga, Pimpinan Unit Kerja, serta narasumber utama Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., yang hadir bersama jajaran SKPD Pemerintah Kota Sungai Penuh. Turut hadir civitas akademika dan mahasiswa.

Bacaan Lainnya

Rektor UNJA, Helmi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Alfin, S.H., yang merupakan alumni FH UNJA angkatan 1997. Ia menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

“Rekam jejak beliau sebagai alumni menunjukkan kepedulian yang besar terhadap UNJA. Saat ini, kami tengah menginisiasi pendirian program studi spesialis dokter. Untuk itu, Kami mengharapkan dukungan dari Pemkot Sungai Penuh karena UNJA berkomitmen meningkatkan SDM di daerah tersebut, tidak hanya di FKIK (Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan), tetapi di seluruh bidang. Khusus terkait PPDS, saya telah menyampaikan kepada Gubernur bahwa salah satu syarat pendaftaran adalah adanya rekomendasi dari kepala daerah. Mengingat jumlahnya yang terbatas, nantinya akan dibuat komitmen tertulis agar peserta yang telah menyelesaikan pendidikan wajib kembali ke daerah asal masing-masing guna memenuhi kebutuhan dokter spesialis secara bertahap,” paparnya.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum UNJA, Dr. Hartati, S.H., M.H., menekankan bahwa pencapaian pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat sesuai prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak dapat terwujud secara maksimal tanpa dukungan kolaborasi dengan mitra strategis.

Oleh karena itu, UNJA secara aktif mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah di Provinsi Jambi, salah satunya Pemerintah Kota Sungai Penuh. Kerja sama ini diharapkan menjadi wadah bagi kedua belah pihak untuk saling berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui potensi akademik universitas.

“Sebagaimana tertuang dalam lagu Himne tadi, perguruan tinggi memiliki Tri Dharma, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami tidak akan bisa bekerja maksimal hanya dilingkup Fakultas Hukum semata tanpa adanya kolaborasi. Dukungan dari pemerintah daerah di Provinsi Jambi sangat kami butuhkan, termasuk Kota Sungai Penuh. Melalui silaturahmi ini, kami berharap dapat memetakan apa yang bisa kita bantu untuk Sungai Penuh dan apa yang bisa Sungai Penuh berikan untuk kemajuan kita bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Alfin, S.H., selaku narasumber, menyampaikan rasa emosionalnya saat kembali ke kampus yang ia sebut sebagai “rumah akademik”.

“Saya ke sini bukan sekadar untuk menandatangani MoU, tetapi lebih dari itu, saya kembali ke rumah saya, yaitu rumah akademik saya,” ungkapnya.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk mengoptimalkan potensi daerah di berbagai sektor, seperti kesehatan, ekonomi, pariwisata, dan tata kelola pemerintahan melalui sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai langkah konkret, Wali Kota menginstruksikan seluruh jajaran SKPD untuk segera mengimplementasikan poin-poin kerja sama tersebut.

“Sungai Penuh memiliki potensi besar yang terus dikembangkan, mulai dari kesehatan, ekonomi, pariwisata, hingga pertanian. Kami juga fokus pada tata kelola pemerintahan dan pengelolaan aset yang baik. Saya instruksikan kepada seluruh SKPD untuk segera menindaklanjuti kerja sama ini agar tantangan pembangunan di daerah dapat teratasi dengan bantuan pemikiran dari UNJA,” tambahnya.

Pada sesi materi, Alfin menyampaikan bahwa kepemimpinannya mengemban tiga pilar amanah utama: amanah konstitusi sebagai kepala daerah, amanah masyarakat, dan amanah almamater sebagai bentuk tanggung jawab moral. Fondasi ini dinilai penting dalam menghadapi dinamika politik modern serta percepatan teknologi informasi.

“Ada tiga hal yang saya terapkan: amanah konstitusi, amanah masyarakat, dan amanah almamater. Di tengah perubahan informasi dan teknologi yang begitu cepat, seorang kepala daerah harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan dinamika tersebut,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan dokumen kerja sama, pemberian suvenir, dan sesi foto bersama, yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara narasumber dan mahasiswa. Kuliah umum ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi seluruh peserta untuk mengembangkan potensi kepemimpinan di era modern.

Kunjungi:
UNJA

Pewarta: A.Erolflin
Editor : Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses