JAMBI, Beritategas.com – Universitas Jambi (UNJA) menggelar International Academic Collaboration Meeting bersama Guizhou University dan International Plant Protection Cooperation Organization (IPPCO) sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama akademik internasional, pada Rabu (29/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Umum, Prof. Dr. Ir. Depison, M.P., Dekan dan Wakil Dekan Fakultas dilingkungan UNJA, dan para tamu undangan lainnya.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu kehormatan, di antaranya Prof. Jian Wu selaku Dean of Science and Technology Department Guizhou University, Prof. Lian Sheng Zang selaku Executive Director of IPPCO, serta Dr. Yong Ming Chen selaku Secretariat Administrator of IPPCO.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat kepada delegasi Guizhou University dan IPPCO. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kerja sama berkelanjutan antara Universitas Jambi dengan mitra internasional, khususnya dalam penguatan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Pertemuan ini bukan sekadar forum silaturahmi akademik, tetapi juga menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi strategis yang berkelanjutan. Universitas Jambi berkomitmen untuk terus membuka ruang kerja sama global demi meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Revis Asra.
Prof. Revis Asra juga menekankan komitmen UNJA untuk terus memperluas kemitraan global guna meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperkuat kualitas penelitian, serta mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat luas. Menurutnya, pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk menyusun langkah konkret menuju kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
Dalam paparannya, Executive Director of IPPCO, Prof. Lian-Sheng Zang, memperkenalkan IPPCO sebagai platform internasional baru yang berfokus pada perlindungan tanaman dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan keamanan lingkungan global. Ia menjelaskan bahwa tantangan global seperti pertumbuhan populasi dunia, perubahan iklim, peningkatan perdagangan internasional, serta ancaman hama dan penyakit tanaman menjadi alasan utama pentingnya kolaborasi internasional di bidang perlindungan tanaman.
“Ketahanan pangan global dan keamanan lingkungan tidak dapat dijaga oleh satu negara saja. Tantangan seperti perubahan iklim, penyebaran patogen, dan peningkatan perdagangan internasional menuntut adanya kolaborasi lintas negara yang kuat, terutama dalam bidang perlindungan tanaman,” jelas Prof. Lian-Sheng Zang.
Prof. Zang menyampaikan bahwa IPPCO didirikan pada 10 Agustus 2025 oleh Guizhou University bersama ASEAN University Network sebagai lembaga internasional berbasis pendidikan dan riset yang berfokus pada perlindungan tanaman, ketahanan pangan global, dan keamanan lingkungan. Ia menambahkan, IPPCO hadir sebagai wadah kolaboratif yang menghubungkan universitas dan lembaga riset lintas negara untuk memperkuat pendidikan, pertukaran ilmuwan, riset bersama, serta pengembangan inovasi di bidang perlindungan tanaman.
Sementara itu, Dean of Science and Technology Department Guizhou University, Prof. Jian Wu, memaparkan profil singkat Guizhou University sebagai perguruan tinggi dengan sejarah lebih dari 120 tahun yang memiliki kekuatan besar dalam bidang sains, teknologi, dan riset. Ia menjelaskan bahwa Guizhou University memiliki berbagai fasilitas riset unggulan, termasuk laboratorium dan platform penelitian modern yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pertanian dan perlindungan tanaman.
“Guizhou University memiliki komitmen kuat dalam pengembangan sains dan teknologi, terutama pada sektor pertanian berkelanjutan. Kami melihat UNJA memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan riset bersama, khususnya di bidang perlindungan tanaman dan inovasi pertanian hijau,” ungkap Prof. Jian Wu.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi yang membahas potensi kolaborasi riset antara UNJA dan Guizhou University, khususnya terkait persoalan penyakit tanaman di Jambi. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah serangan penyakit pada tanaman duku (Lansium domesticum) yang menyebabkan kematian ribuan pohon di Jambi sejak beberapa tahun terakhir.
Dalam diskusi tersebut, tim UNJA menjelaskan bahwa fenomena kematian pohon duku diduga berkaitan dengan perubahan iklim, serangan patogen, buruknya sistem drainase, hingga kemungkinan infeksi Phytophthora sp. Permasalahan ini dinilai mendesak karena duku merupakan salah satu komoditas buah unggulan Jambi yang memiliki nilai ekonomi dan budaya penting bagi masyarakat.
Delegasi Guizhou University menyambut baik isu tersebut sebagai peluang kolaborasi riset bersama. Mereka menekankan pentingnya identifikasi patogen secara ilmiah, penguatan kapasitas laboratorium, serta penerapan Integrated Pest Management (IPM) atau Pengendalian Hama Terpadu sebagai pendekatan jangka panjang dalam menangani penyakit tanaman secara berkelanjutan.
“Permasalahan penyakit tanaman seperti yang terjadi pada duku di Jambi perlu ditangani melalui pendekatan ilmiah yang terintegrasi. Kolaborasi riset, penguatan laboratorium, dan penerapan Integrated Pest Management menjadi langkah penting untuk menghasilkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Prof. Jian Wu.
Diskusi ini membuka peluang kolaborasi konkret, mulai dari riset bersama, penguatan laboratorium, pertukaran akademisi, hingga pengembangan teknologi perlindungan tanaman yang lebih ramah lingkungan.
Kedua belah pihak juga sepakat bahwa kerja sama tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi perlu dilanjutkan melalui kunjungan lapangan, penelitian bersama, dan pengembangan program akademik yang lebih terstruktur.
Melalui pertemuan ini, UNJA menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring internasional guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat kolaborasi riset global, serta mendorong pengembangan inovasi yang berdampak bagi masyarakat luas.
Kunjungi:
UNJA
Pewarta: A.Erolflin
Editor : Firman














