MADINAH, Beritategas.com -Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menegaskan bahwa seluruh petugas haji di Bandara Madinah harus terus fokus memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah yang mulai berdatangan pada operasional haji 1447 H/2026 M.
Hingga Rabu, 22 April 2026, dua kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah melalui layanan yang berbeda. Kloter JKG 1 dengan 391 jemaah tiba pada pukul 06.50 WAS menggunakan layanan Mecca Route (Fast Track). Sementara itu, kloter YIA dengan 360 jemaah tiba pada pukul 06.20 WAS keluar melalui Terminal Haji dan KNO 1 yang akan tiba pada pukul 10.00 WAS.
Abdul Basir mengatakan, kelancaran proses kedatangan jemaah menjadi perhatian utama petugas, baik yang bertugas di area fast track maupun terminal haji reguler.
“Alhamdulillah, kedatangan jemaah pada hari ini berjalan lancar. Petugas kita di seluruh titik layanan terus siaga untuk memastikan jemaah mendapatkan pelayanan yang cepat, tertib, dan nyaman sejak pertama kali tiba di Madinah,” ujar Abdul Basir di Madinah, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, perbedaan jalur kedatangan membutuhkan kesiapan petugas yang maksimal agar seluruh proses layanan, mulai dari penyambutan, pendataan, hingga pengaturan mobilitas jemaah, dapat berjalan efektif.
“Jemaah JKG 1 tiba melalui layanan Mecca Route atau fast track, sedangkan jemaah YIA keluar melalui Terminal Haji. Keduanya tentu memerlukan pola pelayanan yang sigap dan terkoordinasi dengan baik agar jemaah merasa aman dan tenang,” lanjutnya.
Ia menambahkan, petugas bandara harus memastikan pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia dan kelompok rentan, dilakukan dengan penuh perhatian.
“Kita ingin seluruh jemaah merasakan bahwa sejak turun di bandara, mereka sudah didampingi dan dilayani dengan baik. Ini penting untuk membangun rasa nyaman, apalagi setelah menempuh perjalanan panjang,” katanya.
Selain memastikan layanan kedatangan berjalan baik, Abdul Basir juga mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Arab Saudi, terutama dengan memperhatikan cuaca panas.
“Kami mengimbau jemaah untuk terus minum air secara cukup dan tidak menunggu haus. Selain itu, jemaah juga diharapkan mengurangi aktivitas di siang hari agar kondisi fisik tetap terjaga,” pesan Abdul Basir.
Ia menegaskan, kedisiplinan menjaga kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran ibadah jemaah selama di Tanah Suci.
“Cuaca di sini cukup panas, sehingga jemaah harus bijak mengatur aktivitas. Perbanyak minum air, istirahat yang cukup, dan hindari aktivitas yang tidak terlalu penting pada siang hari,” tandasnya.(*)
Editor: Firman














