JAMBI, Beritategas.com – Di era modern yang serba cepat dan terbuka, berbagai bentuk kemaksiatan kerap hadir di sekitar kehidupan manusia. Ironisnya, sesuatu yang dahulu dianggap sebagai perbuatan tercela, kini perlahan dipandang sebagai hal yang lumrah dan biasa. Bahkan, sebagian orang tidak lagi merasa bersalah ketika melakukannya, baik dalam perkataan, pergaulan, maupun aktivitas di media sosial.
Fenomena ini menjadi peringatan bagi setiap muslim agar senantiasa menjaga kepekaan hati dan tidak terbawa arus normalisasi kemaksiatan. Sebab, ketika dosa dianggap biasa, hati dapat menjadi keras, rasa malu berkurang, dan kesadaran untuk bertaubat semakin memudar.
Melalui kajian Islam bertema “Ketika Maksiat Menjadi Hal yang Biasa”, Ust. Sadam Husen, S.Sy mengajak kita untuk merenungkan kembali kondisi diri, memahami bahaya meremehkan dosa, serta menumbuhkan semangat untuk memperbaiki diri dan kembali mendekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala (Swt).
Semoga kajian ini menjadi sarana muhasabah bagi kita semua, agar senantiasa menjaga iman, menjauhi kemaksiatan sekecil apa pun, dan terus berupaya menjadi hamba yang istiqamah dalam ketaatan kepada Allah Swt.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab tidak ada bekal yang paling berharga dalam perjalanan menuju kubur dan akhirat selain takwa kepada-Nya.
Ada sesuatu yang lebih berbahaya daripada banyaknya kemaksiatan, bukan sekadar zina, bukan sekadar perjudian, bukan sekadar narkoba, dan bukan pula sekadar minuman keras.
Tetapi ketika semua itu sudah dianggap biasa, ketika hati tidak lagi merasa berdosa, ketika mata tidak lagi menangis melihat kemungkaran, ketika telinga tidak lagi tersentuh oleh nasihat, ketika dosa berubah menjadi hiburan, dan ketika kemaksiatan berubah menjadi kebanggaan, inilah musibah yang sesungguhnya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَى ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)
Perhatikan wahai saudaraku …
Allah tidak hanya melarang zina, tetapi melarang mendekatinya, arena Allah mengetahui bahwa setiap dosa besar selalu diawali oleh langkah-langkah kecil yang dianggap sepele.
















