JAMBI, Beritategas.com – Antusiasme tinggi ditunjukkan mahasiswa baru Universitas Jambi (UNJA) dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba bagi mahasiswa baru sebagai salah satu syarat penting memasuki dunia perkuliahan. Kegiatan ini menjadi langkah awal kampus dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan berlangsung di Klinik Pratama UNJA Smart Mendalo, pada 17 April 2026.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi berbagai aspek kesehatan, seperti pengecekan tekanan darah, tinggi dan berat badan, tes buta warna, hingga tes darah. Selain itu, tes urin juga dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkotika sejak dini.
Salah satu calon mahasiswa baru, Inda, mengaku sempat merasa gugup saat mengikuti tes tersebut. Namun, suasana yang kondusif membuat merasa lebih tenang.
“Perasaan saya awalnya deg-degan, tapi selama proses tes tadi sangat nyaman,” ujar Inda.
Dari sisi pelaksana, petugas Klinik Unja Rivo Bahri Rama Letra, S.Tr.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan narkoba telah berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari calon mahasiswa.
Hingga saat ini, jumlah peserta yang mengikuti pemeriksaan terus meningkat.
“Sejauh ini kita sudah melaksanakan pemeriksaan narkoba ini dengan baik. Dari sekitar 2.100 lebih mahasiswa yang lulus SNBP, sekarang sudah lebih dari 1.000 yang mendaftar untuk pemeriksaan narkoba,” jelas Rivo.
Dalam pelaksanaannya, tim medis tidak hanya berfokus pada deteksi narkotika, tetapi juga mempertimbangkan kondisi kesehatan peserta secara menyeluruh melalui proses screening.
“Pada dasarnya kita ingin memutus mata rantai pengguna narkoba, seperti sabu, ganja, atau ekstasi. Namun kita juga melakukan screening, karena ada obat-obatan tertentu yang bisa terdeteksi dalam pemeriksaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rivo berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan akademik mahasiswa ke depan.
“Harapan kita mahasiswa terbebas dari penggunaan narkoba, bisa hidup sehat, dan kuliah dengan tenang. Kita ingin meminimalisir supaya tidak terjadi penyalahgunaan narkoba yang bisa mengganggu perkuliahan,” tambahnya.
Selama hampir dua minggu pelaksanaan, pihak klinik juga memastikan belum ditemukan mahasiswa yang terindikasi positif narkoba.
“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada yang kita temui positif narkoba,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, UNJA terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba bagi seluruh civitas akademika.
Pewarta : A.Erolflin
Editor : Firman














