PAGARALAM, Beritategas.com – Aksi kekerasan yang diduga merupakan pembegalan di kawasan Tebat Gunung, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, memantik keresahan warga. Polisi didesak bergerak cepat mengungkap pelaku dan memastikan keamanan masyarakat di wilayah tersebut.
Desakan itu disampaikan tokoh masyarakat Sumsel, H Susno Duadji, yang juga warga Dusun Tebat Gunung, Kelurahan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan. Ia mengaku prihatin setelah mengetahui informasi mengenai dugaan aksi begal yang terjadi pada Selasa pagi, 1 September 2026.
Menurut Susno, peristiwa tersebut tidak boleh dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Dugaan pencurian dengan kekerasan dinilainya telah menciptakan rasa takut yang dampaknya dirasakan bukan hanya oleh korban tetapi juga masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut.
“Saya sangat menyesalkan dan prihatin terhadap peristiwa begal yang terjadi di Dusun Tebat Gunung,” ujar Susno. Kamis (3/9/2026).
Susno desak pelaku segera dibekuk
dan meminta Polres Pagaralam bersama seluruh jajaran tidak membiarkan kasus tersebut berlarut-larut.
Ia mendesak polisi mengungkap identitas pelaku, menangkapnya, kemudian memproses perkara tersebut sesuai hukum yang berlaku.
“Tangkap pelakunya dan seret ke pengadilan, mengingat yang menjadi korban bukan hanya yang dibegal, tapi seluruh masyarakat yang mengetahui informasi ini karena merasa ketakutan,” tegasnya.
Bagi Susno, kecepatan aparat dalam menangani kasus semacam ini sangat penting. Pengungkapan kasus tidak hanya memberikan keadilan bagi korban, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa aksi kekerasan di tengah masyarakat tidak boleh dibiarkan.
Ia berharap kepolisian segera melakukan langkah konkret untuk memburu pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Termasuk patroli jam rawan diminta Ditingkatkan.
Selain meminta kasus diungkap, Susno juga mendorong peningkatan patroli pada jam-jam rawan, khususnya di wilayah Dempo Selatan dan kawasan yang dinilai minim aktivitas masyarakat.
“Saya minta patroli harus ditingkatkan pada jam-jam rawan. Semua jajaran Polsek, khususnya Dempo Selatan, maupun Polres Pagaralam, baik fungsi Sabhara, Intel, dan Serse, harus rutin dilakukan,” katanya.
Menurut dia, potensi kejahatan justru berada di tengah masyarakat, terutama pada lokasi-lokasi yang sepi dan minim pengawasan.
“Jangan terlalu banyak tinggal di kantor, karena potensi terjadinya kejahatan ada di tengah masyarakat, bukan di kantor Polri,” tegas Susno.
Ia menilai kehadiran polisi secara langsung di titik-titik rawan dapat menjadi langkah pencegahan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Aksi Kekerasan Terjadi di Jalan Relatif Sepi sebelumnya, informasi mengenai dugaan aksi pembegalan tersebut telah diberitakan sejumlah media.
Peristiwa dilaporkan terjadi pada Selasa pagi, 1 September 2026, di kawasan Jalan Lintas Desa Tebat Gunung, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam.
Seorang warga dilaporkan menjadi korban penganiayaan oleh pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Lokasi kejadian disebut berada di kawasan jalan yang relatif sepi, tidak jauh dari Jembatan Besemah, Simpang Tiga Bandara Atung Bungsu, Desa Tebat Gunung.
Kondisi lokasi yang relatif sepi sehingga mendorong pelaku bebas melakukan aksinya. Kemudian perlu menjadi perhatian karena kawasan seperti itu berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan, terutama pada waktu-waktu tertentu ketika aktivitas warga masih rendah.
Namun demikian, status peristiwa tersebut sebagai pembegalan maupun motif lengkap kejadian masih perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian.
Sementara itu Kapolres Pagaralam AKBP Adam Purbantoro SIK menanggapi kejadian itu mengatakan, sudah menjadi atensi untuk daerah rawan kamtibmas atau kejahatan.
“Saya menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan di wilayah Pagar Alam, termasuk tindak kriminalitas, gangguan ketertiban umum serta potensi Karhutla, khususnya pada kawasan perkebunan dan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan,” ujarnya.














