Menanti Janji Huntara Sebelum Ramadan, Warga Pante Bidari Aceh Timur Masih Bertahan di Tenda

ACEH TIMUR, Berittegas.comJanji pemerintah untuk menempatkan seluruh korban banjir kategori rumah rusak berat hingga hilang ke hunian sementara (huntara) sebelum Ramadan, menuai sorotan. Hingga akhir Februari 2026, sejumlah warga di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, dilaporkan masih bertahan di tenda-tenda darurat buatan sendiri.

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan bahwa pembangunan huntara ditargetkan rampung sebelum bulan suci Ramadan. Bahkan disebutkan tidak ada lagi warga terdampak banjir yang tinggal di tenda.

Bacaan Lainnya

Selain itu, korban juga dijanjikan bantuan jaminan hidup (jadup) selama tiga bulan ke depan. Namun kondisi di lapangan dinilai belum sesuai dengan pernyataan tersebut.

“Katanya sebelum Ramadan huntara sudah siap dan tidak ada lagi warga tinggal di tenda. Tapi kenyataannya masih banyak yang bertahan di tenda darurat, terutama di wilayah yang paling parah terdampak banjir seperti Pante Bidari,” ungkap seorang warga, Senin (24/2/2026).

Sorotan terhadap kondisi ini juga mencuat melalui unggahan akun Jubirjubir8 serta pernyataan Tgk Fikar Raja Royal di salah satu grup WhatsApp.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa realisasi pembangunan huntara dinilai belum berjalan sesuai harapan masyarakat.

Warga menilai pemerintah terlalu optimistis dalam pernyataan publik, namun progres di lapangan belum terlihat signifikan.

“Kalau tidak percaya, silakan turun langsung ke desa-desa. Di Kecamatan Pante Bidari belum ada satu desa pun yang huntaranya benar-benar selesai,” ujar warga lainnya.

Selain pembangunan huntara, penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) juga dipertanyakan. Beberapa warga mengaku belum menerima kejelasan terkait jadup yang sebelumnya dijanjikan selama tiga bulan.

Menjelang Ramadan, kondisi ini semakin menambah beban psikologis dan ekonomi masyarakat terdampak banjir. Mereka berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi terbuka terkait progres pembangunan huntara dan distribusi bantuan.

“Jangan sampai masyarakat yang sudah menjadi korban banjir, kembali menjadi korban janji,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret serta transparansi dari pemerintah daerah terkait penyelesaian huntara dan penyaluran jadup bagi korban banjir di Kecamatan Pante Bidari.

Pewarta : Saiful Anwar
Editor : Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250banner 300x250banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses