JAMBI, Beritategas.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jambi (FH UNJA). Berliana Putri Hari Sungkowo, mahasiswi FH UNJA, berhasil meraih Juara II Nasional pada Lomba Pidato Mahasiswa Nasional Ilmu Administrasi Negara (IAN) 2025 yang digelar di Universitas Timor (UNIMOR), Kefamenanu, NTT, pada 20–21 November 2025.
Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai kampus untuk menguji ketajaman gagasan, keberanian bersuara, dan kemampuan menyampaikan solusi atas isu-isu kebijakan publik.
Kompetisi ini mengangkat tema “Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Perspektif Agile Governance”. Dari 91 peserta di tahap penyisihan, tersaring 19 semifinalis dan 9 finalis terbaik yang melaju ke panggung final nasional.
Di tengah kompetisi yang kompetitif tersebut, Berliana tampil konsisten hingga menutup lomba dengan posisi Juara II Nasional.
FH UNJA mengirimkan dua delegasi terbaik, yaitu Chika Alda dan Berliana Putri Hari Sungkowo. Keduanya didampingi langsung oleh dosen pendamping FH UNJA, Amanda Dea Lestari, S.H., M.H. Kehadiran dua delegasi tersebut menegaskan komitmen FH UNJA dalam mendorong mahasiswa berkompetisi dan menyampaikan strategis pada forum nasional.
Penampilan delegasi FH UNJA sejak babak semifinal telah mencuri perhatian. Chika tampil outstanding dengan pidato “MBG di Sisi Perempuan: Fondasi Generasi Unggul dan Berkualitas”, yang menyoroti perspektif gender dalam kebijakan MBG serta peran perempuan dalam rantai pemenuhan gizi, terutama di wilayah dengan akses layanan dasar terbatas.
Gagasan Chika memperlihatkan ketajaman analisis sosial yang berpadu dengan kepedulian pada kelompok rentan.
Sementara itu, Berliana melanjutkan perjuangan FH UNJA hingga babak puncak. Di grand final, Berliana membawakan pidato berjudul “MBG Menembus Keterbatasan di Daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T)”, menegaskan bahwa program MBG harus hadir secara nyata di sekolah-sekolah yang berada di ujung negeri.
Berliana menggambarkan bagaimana anak-anak di wilayah 3T seringkali menghadapi persoalan berlapis: jarak sekolah yang jauh, ketersediaan pangan yang tidak stabil, dan keterbatasan fasilitas dasar yang membuat pemenuhan gizi menjadi tantangan sehari-hari.
Berliana tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menawarkan solusi konkret dengan menekankan tiga hal utama:
(1) kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sekolah, tokoh adat, komunitas lokal, UMKM, petani, nelayan, dan pihak swasta;
(2) penguatan pangan lokal sebagai basis menu MBG agar distribusi tidak bergantung pada pasokan luar daerah; serta
(3) tata kelola yang gesit dan akuntabel (agile governance) agar kebijakan mampu cepat menyesuaikan diri dengan medan geografis dan sosial wilayah 3T, namun tetap transparan serta terukur dampaknya.
Kekuatan pidato Berliana terletak pada emosi dalam membawakan pidato dan keberpihakannya yang jelas terhadap anak-anak di wilayah pinggiran sekaligus ketepatan gagasan kebijakannya.
Babak semifinal diikuti mahasiswa dari berbagai kampus, antara lain Universitas Timor, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Universitas Nusa Cendana, STIH Cendana Wangi, dan Universitas Jambi. Keragaman ini menunjukkan skala nasional lomba dan menjadi ruang pertemuan gagasan mahasiswa lintas daerah.
Kunjungan tersebut memberi kesempatan kepada peserta melihat langsung dinamika wilayah terdepan Indonesia, selaras dengan pesan besar yang dibawa para finalis tentang pentingnya kehadiran negara di wilayah perbatasan.
Dosen pendamping FH UNJA, Amanda Dea Lestari, S.H., M.H., menyampaikan rasa bangga atas capaian para delegasi. Ia menilai keberhasilan Berliana meraih Juara II Nasional serta penampilan kuat Chika di semifinal menunjukkan bahwa mahasiswa FH UNJA memiliki kapasitas akademik dan keberanian intelektual untuk bersaing di panggung nasional.
“Prestasi ini bukan hanya soal menang lomba, tetapi tentang keberanian mahasiswa menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Saya melihat mereka mampu menyusun argumen yang kritis, solutif, sekaligus disampaikan dengan empati yang kuat,” ujar Amanda, Rabu (26/11/2025).
Amanda juga berharap capaian ini menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk terus mengasah kemampuan berbicara di ruang publik dan berkontribusi pada isu-isu kebangsaan melalui perspektif hukum yang humanis dan berpihak pada kelompok rentan.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Dhony Yusra Pebrianto, S.H., M.H., mewakili Dekan FH UNJA menyampaikan apresiasi atas capaian ini.
”Prestasi Berliana sebagai Juara II Nasional dan penampilan gemilang Chika di semifinal, menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Hukum UNJA mampu bersaing secara nasional dengan gagasan kritis, solutif, dan berpihak pada kepentingan publik. Capaian ini diharapkan menginspirasi mahasiswa UNJA untuk terus mengasah kemampuan akademik maupun non-akademik, berani tampil di ruang publik, serta berkontribusi nyata bagi bangsa melalui gagasan yang berdampak”, ujar Dr. Dhony.
Ke depan, FH UNJA berkomitmen terus mendukung mahasiswa dalam berbagai kompetisi akademik dan forum nasional sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan hukum yang kuat secara keilmuan, peka terhadap persoalan masyarakat, dan mampu menjadi juru bicara nilai-nilai keadilan sosial di tingkatan yang lebih luas, tambah Dhony.
Kunjungi : www.unja.ac.id.
Pewarta: A.Erolflin
Editor: Firman










