JAMBI, Beritategas.com – Universitas Jambi (UNJA) kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada pelaksanaan Wisuda ke-120 yang berlangsung di Balairung UNJA Mendalo, Selasa (17/11/2025), lalu.
Salah satu sosok yang menorehkan prestasi luar biasa pada momen tersebut adalah Samsidar, dosen pada Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNJA, yang berhasil meraih gelar Doktor (S3) Ilmu Pertanian dengan predikat lulus dengan Pujian (Cumlaude) dan Capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4.00.
Samsidar yang terdaftar sebagai mahasiswa angkatan 2022 berhasil menyelesaikan studinya selama 2 tahun 7 bulan. Disertasinya yang berjudul “Sistem Prediksi Indikator Kesuburan Tanah dengan Parameter Impedansi Berbasiskan Data X-Ray Fluorescense (XRF) dan Analisis Kimia Tanah” menghadirkan inovasi baru dalam dunia pertanian melalui pengembangan alat prediksi kesuburan tanah yang ia ciptakan sendiri dan telah berpotensi untuk dipatenkan.
Lahir di Riau pada (23/08/1986), Samsidar menempuh pendidikan dasar hingga menengah di daerah kelahirannya. Ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Riau (UNRI) pada Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tahun 2004 dan lulus 2009.
Perjalanannya berlanjut ke jenjang Magister Fisika di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2010 dan diselesaikan pada 2012. Dedikasinya terhadap dunia akademik kemudian mengantarkannya melanjutkan program Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana UNJA pada tahun 2022 hingga resmi menyandang gelar Doktor pada tahun 2025.
Setelah meniti karier sebagai dosen dan terlibat dalam berbagai kegiatan akademik, Samsidar memutuskan untuk memperluas bidang keilmuannya melalui riset multidisiplin. Keinginannya untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat mendorongnya memperdalam riset di bidang pertanian, khususnya dalam pengembangan teknologi prediksi tanah.
“Saya bersyukur bisa sampai pada tahap ini. Senang rasanya dapat mempersembahkan yang terbaik untuk keluarga, tetapi bagi saya ini bukan prestasi puncak, melainkan awal perjuangan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah saya dapatkan. Motivasi saya adalah ingin membuat sesuatu yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, saya terus belajar hal-hal baru untuk menyempurnakan riset yang saya jalani,” lanjutnya. Kamis (20/11).
Selama menjalani studi doktoral, tantangan terbesar bagi Samsidar adalah pengelolaan waktu.
“Tantangan mungkin dari segi waktu, karena saya harus mencapai setiap target yang direncanakan. Banyak hal di luar studi yang akhirnya saya korbankan karena memang harus fokus pada penyelesaian studi,” tuturnya.
Meski tidak banyak mengumpulkan prestasi dalam bentuk penghargaan formal, pencapaian risetnya justru menjadi hal paling berharga. Dalam disertasinya, Samsidar menciptakan alat prediksi sistem kesuburan tanah berbasis impedansi, analisis kimia, dan data XRF—sebuah inovasi baru yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga memiliki potensi besar untuk dipatenkan.
Samsidar mengakui bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan orang-orang baik di sekelilingnya.
“Semua memberikan peran. Keluarga sangat memotivasi dan memberi dukungan. Lingkungan kampus, terutama teman-teman dosen, juga sangat membantu dan meringankan pekerjaan agar saya bisa fokus menyelesaikan studi,” ujarnya.
Kisah Samsidar menjadi bukti bahwa integrasi ilmu lintas bidang dapat melahirkan inovasi besar yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan dedikasi, konsistensi, dan dukungan keluarga maupun lingkungan akademik, ia berhasil menuntaskan studi doktoral sekaligus menghasilkan inovasi pertanian yang punya nilai strategis.
Kunjungi : www.unja.ac.id.
Pewarta: A.Erolflin
Editor: FirmanIkuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI










