UNJA Dukung “Kampus Berdampak” Lewat Penguatan Community Driven Development

JAMBI, Beritategas.com – Universitas Jambi (UNJA) menetapkan struktur organisasi Community Driven Development (CDD) melalui Surat Keputusan Rektor Nomor 777/UN21/HK/2025. SK tersebut menetapkan susunan panitia pelaksana, pembina, dan anggota CDD sebagai bentuk konkret komitmen kampus terhadap pengembangan masyarakat berbasis partisipasi sivitas akademika.
Kementerian Pendidikan melalui Kemdiktisaintek resmi meluncurkan paradigma baru “Kampus Berdampak: Solusi untuk Negeri, Harapan untuk Rakyat” sebagai pengganti program “Kampus Merdeka”.

Gagasan baru ini menekankan peran aktif perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Ketua Tim Kerja Humas, Tri Imam Munandar di Kampus UNJA Mendalo, Senin (05/05/2025).

Bacaan Lainnya

”Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi meluncurkan Kampus Berdampak bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Jumat, 2 Mei 2025”.

Ditambahkan, program ini merupakan gerakan bersama Kemendiktisaintek dengan perguruan tinggi dan mitra. Selain itu, program ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi.

CDD UNJA membuka peluang bagi mahasiswa untuk bergabung sebagai relawan dan terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan resmi: https://bit.ly/PendaftaranVolunteerPengembanganMasyarakat

Dalam diskusi terbuka yang digelar di pelataran Kampus UNJA Mendalo pada Rabu (30/04/2025), sejumlah mahasiswa menyampaikan pandangannya mengenai paradigma baru ini.

Elshadday Saragih, mahasiswa Agribisnis dan relawan CDD, menyambut positif perubahan tersebut.

“Perguruan tinggi tidak hanya tempat belajar, tetapi juga harus memberi kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan kampus dalam implementasinya agar tidak membebani mahasiswa dan dosen.
Chrisna Wati Sinaga menambahkan bahwa fokus pada dampak sosial akan memperkuat posisi kampus sebagai agen penyelesai masalah di masyarakat.

“Kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan sektor lain sangat penting,” katanya.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Ses Vita Aulia dan Tin Unedo yang melihat perubahan ini sebagai pendorong kolaborasi antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat. Mereka menyebut bahwa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian, perguruan tinggi bisa lebih berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan riil di masyarakat.

Zaky Fakhrana dan Amelia Deswita turut menegaskan bahwa Kampus Berdampak menuntut mahasiswa untuk terlibat langsung di lapangan.

“Mahasiswa didorong belajar dari realita dan berkontribusi lewat aksi nyata. Dosen pun diharapkan membuat riset yang aplikatif, bukan sekadar publikasi,” ujar Zaky.

Dengan adanya Kampus Berdampak, UNJA diharapkan menjadi pelopor transformasi peran perguruan tinggi sebagai motor perubahan yang nyata dan berdampak luas bagi masyarakat.

Kunjungi : www.unja.ac.id.

Pewarta: A.Erolflin
Editor: Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses