Sempat Diminta Berhenti Kuliah, Munairah Bangkit dan Lulus Cumlaude di UNJA

JAMBI, Beritategas.com – Mahasiswi Program Studi (Prodi) Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Universitas Jambi (UNJA), Munairah, berhasil meraih predikat cumlaude pada Wisuda ke-121 UNJA. Ia mencatat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91 dalam Rapat Terbuka Senat yang digelar di Gedung Balairung Pinang Masak, Kamis (12/02/2026). Lalu.

Munairah lahir di Simbur Naik pada 30 Desember 2003. Ia merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai petani, sedangkan ibunya berprofesi sebagai wiraswasta. Perjalanan pendidikannya dimulai pada 2010 di SD Negeri 13/X Simbur Naik dan lulus pada 2016. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 8 Tanjung Jabung Timur dan SMA Negeri 1 Rantau Rasau dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Bacaan Lainnya

Pada 2022, setelah lulus dari SMA, ia diterima di Prodi IKM UNJA melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Selama menempuh pendidikan, Munairah tercatat sebagai penerima bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Selama berkuliah, Munairah aktif dalam berbagai kegiatan, baik akademik maupun nonakademik. Ia terlibatt dalm organisasi di luar kampus, menjadi presenter, serta bekerja lepas (freelance). Sejumlah prestasi berhasil ia torehkkan, di antaranya terpilih sebagai Duta Potensi Pemuda Indonesia Provinsi Jambi pada 2022, menjadi bagian dari Duta Genre Provinsi Jambi pada 2023, serta dinobatkan sebagai peserta terbaik dalam Ajang Duta Genre Indonesia kategori Master of Ceremony (MC) pada 2024.

Meski memiliki berbagai prestasi, perjalanan studinya tidak lepas dari tantangan. Ia mengaku sempat diminta berhenti kuliah karena keterbatasan biaya, sementara beasiswa yang diharapkan belum cair. Demi melanjutkan pendidikan, ia bekerja secara freelance dan membiayai kebutuhannya dengan hasil kerja keras sendiri.

“Saya pernah diminta berhenti kuliah oleh ayah pada awal perkuliahan karena keterbatasan biaya. Saat itu, beasiswa saya belum cair,” ungkapnya.

Munairah juga menceritakan bahwa ia berasal dari keluarga tidak harmonis. Orang tuanya berpisah saat ia duduk di bangku SD dan sempat rujuk kembali, namun benar-benar berpisah saat ia SMA.

“Orang tua saya berpisah sejak saya duduk di bangku SD. Saat SMP mereka sempat bersama kembali, tetapi ketika SMA mereka benar-benar berpisah,” ujarnya.

Ia mengaku tidak menyangka dapat lulus dengan predikat cumlaude.

“Saat SMA, cita-cita saya hanya ingin melanjutkan kuliah. Dengan tekad tersebut, saya menjalani perkuliahan dengan totalitas dan bersungguh-sungguh,” tambahnya.

Munairah berpesan kepada mahasiswa yang masih menempuh pendidikan agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai hambatan. Menurutnya, setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, tetapi keberhasilan ditentukan oleh kedisiplinan, konsistensi, dan kesungguhan dalam berusaha.

Keberhasilan Munairah meraih predikat cumlaude menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi maupun persoalan keluarga bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan kerja keras, ketekunan, dan keyakinan pada diri sendiri, ia mampu membuktikan bahwa mimpi dapat diraih melalui perjuangan yang sungguh-sungguh.

Kunjungi: www.unja.ac.id

Pewarta : A.Erolflin
Editor : Firman

banner 300x250
banner 300x250
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses