Rumah Warga Kota Jambi Ambruk

  • Whatsapp

JAMBI – Rumah masyarakat RT.20, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi ambruk diakibatkan gerusan air Sungai Kenali Besar.

Diketahui, rumah warga tersebut berada di sempadan Sungai Kenali Besar atau saluran primer Sungai Batanghari.

Bacaan Lainnya

Pemilik rumah, Nani mengatakan, bermula rumahnya ambruk pada 1 Januari 2021 yang lalu ketika hujan deras dan mengakibatkan sebagian dapur ambruk.

“Sampai dengan saat ini telah 3 kali ambruk. Terakhir kemarin 2 hari yang lalu,” Ungkapnya.

Masih kata Nani, setelah 3 kali ambruk, bagian dapur dan kamar mandi sudah tidak ada lagi. Tak hanya itu, bagian lain dari sisi rumah juga goyang akibat kondisi tiang rumah patah dan drainase terus bergeser terkena arus air.

“Bagian bangunan mulai goyang. Dikhawatirkan akibat hujan deras dan aliran air kencang dapat ambruk semuanya. Ketika malam merasa was-was saat hendak tidur,” tuturnya.

Sambungnya, rumah mereka ambruk diakibatkan adanya pengerukan saluran drainase oleh pemerintah.

“Akhir 2020 yang lalu, ada pengerukan dengan menggunakan alat berat sehingga tebing drainase mulai longsor,” terangnya.

Ketika pengerukan dilaksanakan, tambahnya, pihak pekerja mengatakan akan dilakukan pembangunan dinding drainase namun sampai sekarang belum sama sekali pekerjaan pembangunan dinding drainase dilaksanakan.

“Sedangkan akibat hujan turun, pinggiran bibir drainase terus longsor dan amblas. Akibat longsornya drainase, ada 2 rumah yang terkena dampaknya,” kata Nani.

Mengalami peristiwa tersebut, Nani berharap pemerintah dapat membantu memperbaiki rumahnya dan membangun dinding drainase sehingga tidak terjadi lagi longsor.

Nani telah melaporkan kejadian yang menimpa rumahnya kepada RT dan belum lama berselang pihak kelurahan dan kecamatan telah meninjau ke lokasi kejadian,”Lurah dan Camat sudah datang namun belum ada bantuan,” kata Nani.

Terkait adanya kejadian tersebut, Camat Alam Barajo, Kota Jambi, Jauharul menyampaikan bahwa longsor yang menimpa rumah masyarakat tersebut karena kondisi bangunan dianggap melanggar batas sempadan sungai.

Lanjutnya, memang pembangunan itu berada di atas tanah milik Nani. Akan tetapi, pemilik tanah telah dilarang untuk membangun di atas tanah tersebut.

“Dia bangun pas di bibir sungai, saya sudah mengeceknya. Ujung bangunan pas di bibir sungai, itu diatur dalam peraturan, saya lupa peraturan berapa. Jelasnya, seharusnya membangun dengan jarak dari bibir sungai sekitar 3-4 meter,” kata Jauharul.

Sementara, setelah mendapatkan laporan atas kejadian ambruknya rumah di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Walikota Jambi, H.Syarif Fasha langsung meninjau ke lokasi pada Jumat (29/01/2021), lalu.

Lokasi ambruknya rumah yang mengalami longsor akibat abrasi tersebut memang menjadi saluran primer Sungai Kenali Besar yang memang masuk dalam program normalisasi anak sungai guna mencegah banjir di wilayah Kota Jambi.

“Pemkot Jambi akan membantu pembongkaran terhadap bangunan rumah masyarakat yang berdiri persis di sempadan sungai. Tadi, kami telah berbicara dengan pemilik rumah dan mereka bersedia. Letak bangunan yang berada di sempadan sungai memang sangat rentan dan rawan longsor akibat pergerakan tanah jika hujan turun,” kata H.Syarif Fasha, Sabtu (30/01/2021).

Masih kata H.Syarif Fasha, Pemkot Jambi akan segera mengambil langkah cepat guna meminimalisir dampak yang lebih luas akibat abrasi tersebut.

Sambungnya, Pemkot akan segera membangun turap di sekitar rumah masyarakat yang terletak di pinggir anak sungai.

“Dalam waktu dekat, akan segera kita bangun turap penahan agar abrasi dan longsor tidak meluas di sekitar rumah masyarakat. Semoga, pemerintah pusat dapat melanjutkan pembangunan turap di saluran primer ini sampai tuntas,” kata H.Syarif Fasha.

Ditambahkan H.Syarif Fasha, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajak Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS) sebagai pemilik saluran primer dan Pemprov Jambi sebagai pemilik saluran sekunder untuk duduk bersama membahas normalisasi dan revitalisasi wilayah sungai dan sempadan sungai yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemkot Jambi.

Reporter : Harvery
Editor : Firman

Pos terkait

banner 300600banner 300600

Tinggalkan Balasan