JAMBI, Beritategas.com – Program Studi Magister Teknologi Industri Pertanian (MTIP) Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jambi (UNJA) menggelar webinar bertema “Sinergi Regulasi dan Riset: Penguatan Ekosistem Halal Agroindustri Indonesia Menuju Wajib Halal 2026”. Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom dan YouTube Live pada Selasa, (25/11/2025).
Webinar ini bertujuan meningkatkan pemahaman sivitas akademika dan masyarakat terkait penguatan ekosistem halal serta kesiapan menghadapi implementasi wajib halal pada 2026. Seiring meningkatnya kebutuhan produk halal, Indonesia dituntut memperkuat ketersediaan bahan dan rantai pasok halal khususnya di sektor agroindustri.
Dalam konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa didorong berperan aktif melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat—mulai dari penguatan literasi halal, pendampingan Proses Produk Halal (PPH), hingga penelitian deteksi bahan nonhalal dan pengembangan sistem traceability berbasis teknologi digital.
Direktur Pascasarjana UNJA, Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si., menyampaikan apresiasi dan dukungan UNJA.
“Saya mengapresiasi diselenggarakannya webinar dalam rangka literasi halal ini, serta UNJA mendukung penuh pengembangan riset halal dan implementasi kurikulum yang berkaitan dengan industri halal,” ujar Prof. Muazza.
Ketua pelaksana, Dr. Ir. Sahrial, M.Si., menyampaikan betapa pentingnya memperbaiki rantai nilai pangan dan sertifikat halal UMKM.
“Kita harus sadar bahwasannya memperbaiki rantai nilai pangan halal dari hulu hingga hilir sangatlah penting. Kita juga harus segera mendorong kecepatan sertifikat halal bagi UMKM yang ada di Jambi,” ujar Dr. Sahrial.
Webinar menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Sucipto, S.T.P., M.P., IPU., Ketua Center for Halal Ecosystem Development (HED) Universitas Brawijaya. Dalam paparannya, Prof. Sucipto menegaskan peran vital perguruan tinggi dalam mendukung Jaminan Produk Halal (JPH). Ia menyoroti pentingnya riset strategis, penguatan roadmap nasional, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk mempercepat traceability halal. Seluruh proses, menurutnya, harus dilandasi integritas dan nilai spiritual.
Acara diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan dokumentasi bersama. Melalui webinar ini, MTIP UNJA berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat dan seluruh pemangku kepentingan dapat lebih siap menyongsong penerapan wajib halal 2026.
Kunjungi : www.unja.ac.id.
Pewarta: A.Erolflin
Editor: Firman












