Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Inilah standar hidup yang digariskan kepada kita selaku umat Islam.
Iman yang benar dan tulus akan senantiasa melahirkan sikap positif yang memberikan dampak nyata. Bukan hanya identitas maupun simbol semata.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pada kesempatan ini ust Sadam menyampaikan tiga kebermanfaatan yang hendaknya kita upayakan bersama, sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam yang kita imani.
Pertama: Manusia Bermanfaat bagi diri sendiri.
Kebermanfaatan pertama adalah bermanfaat bagi diri sendiri. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam al-Quran Surat asy-Syams ayat 9—10,
“Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu). Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa manfaat dan kebaikan akan diraih oleh setiap pribadi muslim jika dia terus berusaha mendisiplinkan jiwanya.
Allah subhanahu wata’ala menjanjikan keberuntungan bagi siapa pun yang terus berusaha membersihkan hatinya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Kebermanfaatan bagi diri sendiri bukan sekadar tahu mana yang benar dan mana yang salah. Sebab, betapa banyak orang mengetahui kewajiban shalat, tetapi shalat itu belum mampu menertibkan hidupnya.
Ia shalat, namun masih mudah berbohong. Ia beribadah, tetapi masih ringan melanggar amanah. Ia mengaku beriman, tetapi waktunya habis untuk hal yang sia-sia dan melalaikan.
Padahal, jika iman itu benar-benar hidup, maka ia akan tampak pada kedisiplinan, pada kesungguhan memperbaiki diri, dan pada kemampuan menahan diri dari perbuatan maksiat.
Inilah poin pertama yang perlu kita perhatikan, bahwa Islam mengajarkan umatnya agar terus berusaha mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi diri sendiri sesuai dengan tuntunan syariat.
Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.”
Kebaikan dan kebermanfaatan itu hendaklah dimulai dari diri sendiri, dan caranya adalah dengan memperbaiki kualitas diri.
Kedua: Manusia Bermanfaat bagi keluarga.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Kedua, adalah bagaimana kita bisa bermanfaat bagi keluarga kita.
Setelah berusaha membenahi diri, maka kebaikan itu haruslah dirasakan oleh orang terdekat kita, yaitu keluarga.
Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam al-Quran Surat at-Tahrim ayat 6,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.”










