JAMBI, Beritategas.com – Dikesempatan yang berbahagia ini, Jumat (9/1/2026), kita kembali ditemani ust Sadam Husen dengan pokok kajian Menjadi Manusia Bermanfaat.
Ust Sadam mengajak mari bersama-sama kita haturkan rasa syukur kepada Allah subhanahu wata’ala, Rabb semesta alam.
Karena kasih sayang-Nya kepada segenap hamba-Nya, Allah subhanahu wata’ala menurunkan al-Quran sebagai pedoman yang akan membimbing kita untuk tidak hanya sekedar hidup, tetapi juga menjalani hidup ini dengan lebih bermakna.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurah dilimpahkan kepada baginda kita, suri teladan umat ini, nabi penutup para nabi, rasul penutup para rasul, Nabiyullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Nabi dan rasul terbaik yang Allah utus untuk menyebarkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Nabi yang telah memberikan manfaat yang sangat luas bagi umat manusia.
Tidak lupa, kami selaku khatib mewasiatkan kepada diri kami dan umumnya kepada jamaah sekalian, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala.
Sebab tidak ada bekal terbaik yang bisa kita bawa untuk menghadap Allah subhanahu wata’ala, selain daripada amal ketakwaan yang kita kerjakan selama di dunia.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pada kehidupan kita ini, tanpa sadar terkadang kita menilai dan mengukur keberhasilan hanya dengan apa yang dimiliki atau mampu dicapai. Nilai akademik yang tinggi, jabatan yang mentereng, pengaruh yang luas, atau harta yang melimpah.
Memiliki capaian dalam hal tersebut sering kali dianggap sebagai bentuk keberhasilan. Tentu hal ini bukan sesuatu yang sama sekali salah dan keliru. Hanya saja, Islam memberikan kepada kita ukuran yang berbeda.
Agama yang kita yakini tidak mempertanyakan seberapa tinggi posisi kita, seberapa baik nilai kita, atau seberapa banyak harta yang kita kumpulkan.
Itu semua memang penting dan tentu harus terus diupayakan dengan baik, tetapi ada hal yang sepatutnya tidak kita lupakan. Yaitu, seberapa manfaat capaian yang telah kita dapatkan tersebut?










